Trump Sejengkal Lagi Kuasai Minyak Venezuela, Target Harga US$50/Barel

4 weeks ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa migas asal Amerika Serikat (AS), Chevron, dikabarkan tengah dalam pembicaraan intensif dengan pemerintah AS untuk memperluas lisensi operasionalnya di Venezuela. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor minyak mentah ke kilang miliknya sendiri serta membuka peluang penjualan ke pembeli lain.

Empat sumber Reuters yang memahami negosiasi ini menyebutkan bahwa diskusi tersebut berlangsung seiring dengan kemajuan dialog antara Washington dan Caracas. Targetnya adalah menyuplai hingga 50 juta barel minyak Venezuela ke AS

Pemerintah AS menyatakan bahwa hasil penjualan minyak Venezuela tersebut nantinya tidak akan langsung jatuh ke tangan pemerintah Presiden Nicolas Maduro. Dana hasil ekspor akan dikelola oleh wali amanat (trustee) yang diawasi oleh AS.

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pasokan barang-barang kebutuhan pokok dari Amerika Serikat ke Venezuela. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan energi negara, PDVSA, mengosongkan inventaris mereka yang menumpuk akibat blokade minyak yang ketat.

Adapun menurut laporan Wall Street Journal, Trump berniat untuk mengendalikan PDVSA. Upaya menguasai minyak Venezuela juga diyakini Trump dapat menurunkan harga hingga US$50 per barel.

Saat ini, Chevron merupakan satu-satunya perusahaan migas raksasa asal AS yang masih bertahan di Venezuela berkat otorisasi khusus yang membebaskannya dari sanksi ekonomi. Namun, posisi ini sempat terjepit setelah pemerintahan Donald Trump memperketat izin operasional Chevron pada Juli lalu sebagai bagian dari kampanye tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan, di mana volume ekspor minyak mentah Venezuela oleh Chevron merosot tajam menjadi hanya 100.000 barel per hari (bpd) pada Desember, jauh di bawah angka 250.000 bpd yang sempat tercapai pada awal tahun.

Selain memangkas volume pengiriman, pembatasan ketat tersebut juga membuat PDVSA tidak mendapatkan hasil penjualan atau keuntungan apa pun dari ekspor yang dilakukan oleh Chevron. Jika perluasan lisensi ini disetujui, Chevron tidak hanya berpeluang mengembalikan level ekspor ke angka semula, tetapi juga mendapatkan keleluasaan untuk menyuplai mitra bisnis di luar AS.

Hal ini mulai memicu pergerakan di pasar global, di mana sejumlah mitra lama termasuk perusahaan kilang asal India dilaporkan mulai menjajaki kemungkinan dimulainya kembali pemuatan minyak dari pelabuhan-pelabuhan Venezuela.

Washington juga mendorong keterlibatan perusahaan AS lainnya dalam ekspor minyak ini. Nama-nama besar seperti Valero Energy, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips disebut-sebut masuk dalam radar. Keterlibatan Exxon dan Conoco menjadi sorotan tajam mengingat aset mereka di Venezuela pernah dinasionalisasi atau disita oleh pemerintah Venezuela dua dekade lalu.

"Potensi masuknya perusahaan-perusahaan ini sempat memicu ketegangan dalam negosiasi antara Caracas dan Washington," ujar salah satu sumber kepada Reuters.

Sementara itu, pihak PDVSA mengonfirmasi adanya kemajuan dalam negosiasi dengan AS. Mereka menyatakan bahwa proses ini didasarkan pada transaksi komersial murni yang legal dan transparan.

"Proses ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang menguntungkan kedua belah pihak," tulis pernyataan resmi PDVSA.

Meski negosiasi berjalan, AS tetap menunjukkan sikap tegas. Pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat, AS mencegat dan menyita dua kapal tanker yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik. Washington menegaskan bahwa embargo minyak masih berlaku bagi kapal-kapal yang melanggar sanksi.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article