Trump Bentuk Pemerintah Transisi Gaza, Siap Bangun Pulau Baru

3 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian untuk mengakhiri perang di Gaza pada Rabu (14/1/2026). Langkah berani ini diambil meskipun elemen kunci pada fase pertama-termasuk gencatan senjata total antara Israel dan Hamas-masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, menyatakan melalui media sosial bahwa fase kedua ini mencakup pembentukan pemerintahan teknokratis transisi Palestina di Gaza serta dimulainya proses pelucutan senjata dan rekonstruksi besar-besaran.

Berdasarkan pernyataan bersama dari mediator, yakni Mesir, Qatar, dan Turki, badan teknokratis ini akan beranggotakan 15 orang dan dipimpin oleh Ali Shaath. Shaath merupakan mantan wakil menteri di Otoritas Palestina (PA) yang berpengalaman dalam pengembangan zona industri.

Sejumlah nama besar dari sektor swasta juga disebut akan masuk dalam komite ini, termasuk Ketua Kamar Dagang Gaza Ayed Abu Ramadan, Omar Shamali dari perusahaan telekomunikasi Paltel, serta Sami Nasman, mantan perwira keamanan senior yang dikenal sebagai kritikus lama Hamas.

Nantinya, badan ini akan diawasi oleh badan internasional bernama Dewan Perdamaian. Nickolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, dijadwalkan menjadi perwakilan dewan tersebut di lapangan.

"Tujuannya adalah menciptakan alternatif selain Hamas yang menginginkan perdamaian, dan mencari cara untuk memberdayakan mereka," ujar seorang pejabat AS kepada wartawan, dilansir Reuters.

Ali Shaath mengungkapkan fokus utamanya adalah bantuan darurat dan hunian bagi warga Gaza yang kini tinggal di tenda-tenda darurat. Ia bahkan melontarkan ide inovatif untuk mengatasi puing-puing bangunan yang hancur.

"Jika saya membawa buldoser dan mendorong puing-puing itu ke laut untuk membuat pulau-pulau baru (daratan baru), saya bisa memenangkan lahan baru untuk Gaza sekaligus membersihkan puing-puing. Ini tidak akan memakan waktu lebih dari tiga tahun," kata Shaath.

Langkah ini tergolong ambisius mengingat laporan PBB tahun 2024 memperkirakan pembangunan kembali rumah-rumah di Gaza bisa memakan waktu hingga tahun 2040 atau bahkan puluhan tahun.

Meski nampak ambisius, Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat menyambut baik langkah Trump. Wakil Presiden Palestina, Hussein Al-Sheikh, menekankan pentingnya prinsip "satu sistem, satu hukum, dan satu senjata yang sah" yang menghubungkan Gaza dengan Tepi Barat.

Saat ini, para pemimpin Hamas dan faksi Palestina lainnya dilaporkan tengah berada di Kairo, Mesir, untuk merundingkan detail fase kedua ini dengan para mediator. Pengumuman lebih lanjut mengenai struktur "Dewan Perdamaian" diperkirakan akan disampaikan pada Forum Ekonomi Dunia di Davos pekan depan.

Walau begitu, isu paling krusial sekaligus yang paling menantang dalam fase kedua ini adalah upaya demiliterisasi dan pelucutan senjata di wilayah Gaza. Meskipun Washington tengah berupaya menjembatani perbedaan antara kedua belah pihak dengan menawarkan wacana program amnesti bagi anggota Hamas yang bersedia meletakkan senjata, jalan menuju kesepakatan masih sangat terjal.

Di satu sisi, Israel tetap menaruh skeptisisme yang mendalam terhadap niat Hamas untuk berdamai, sementara di sisi lain, Hamas secara tegas menolak untuk menyerahkan persenjataan mereka sebelum adanya pengakuan resmi terhadap negara Palestina yang berdaulat. Ketidakpastian mengenai mekanisme teknis pelucutan senjata ini semakin diperumit dengan belum jelasnya rencana pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional selama masa transisi

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article