PM Greenland Beri Pesan ke Trump: Kami Tidak Dijual-Tak Sudi Ikut AS!

3 weeks ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan diplomatik antara sekutu lama, Amerika Serikat (AS) dan Denmark, semakin memanas. Dalam konferensi pers Selasa (13/1/2026), Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan sikap bersama untuk menolak segala upaya AS yang ingin membeli wilayah otonom tersebut.

Frederiksen mengakui bahwa saat ini Denmark berada di posisi yang sulit. Ia menyatakan tidak mudah bagi negaranya untuk menghadapi "tekanan yang sangat tidak dapat diterima" dari sekutu terdekat mereka selama beberapa generasi terakhir.

"Ada banyak bukti bahwa bagian tersulit justru baru saja dimulai," ujar Frederiksen dengan nada peringatan dikutip Guardian. Beliau menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar transaksi lahan, melainkan prinsip kedaulatan yang fundamental.

"Pesan kami jelas: Greenland tidak dijual. Kita harus mempertahankan prinsip bahwa perbatasan tidak bisa diubah dengan paksa... atau dengan membeli bangsa lain. Negara kecil tidak boleh hidup dalam ketakutan terhadap negara besar," tegasnya.

Frederiksen juga membawa isu ini ke ranah pertahanan kolektif. Ia mengingatkan bahwa NATO memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan Greenland sama besarnya dengan setiap milimeter wilayah NATO lainnya.

Senada dengan Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memberikan pernyataan yang jauh lebih tajam. Nielsen menegaskan bahwa jika rakyatnya harus memilih, mereka tetap memilih setia kepada Denmark dibandingkan bergabung dengan AS.

"Satu hal harus jelas bagi semua orang: Greenland tidak ingin dimiliki oleh AS, tidak ingin diperintah oleh AS, dan tidak ingin menjadi bagian dari AS. Kami memilih Greenland yang kami kenal hari ini, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark," kata Nielsen.

Pesan tegas ini rencananya akan dibawa langsung oleh delegasi mereka dalam kunjungan ke Amerika Serikat besok. Nielsen menekankan bahwa masa depan wilayahnya berada di tangan rakyat Greenland sendiri, bukan di meja perundingan ekonomi negara lain.

Keinginan Donald Trump untuk mencaplok Greenland bermula dari ketertarikannya pada potensi sumber daya alam yang melimpah dan posisi geopolitik strategis wilayah tersebut di Arktik. Trump, yang memiliki latar belakang pengusaha properti, sempat menyamakan akuisisi Greenland dengan "transaksi real estate besar" yang dapat memperluas dominasi AS di kutub utara serta mengamankan cadangan mineral langka.

Gagasan ini sempat memicu kegaduhan internasional karena dianggap merendahkan kedaulatan Denmark dan mengabaikan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland. Beberapa negara NATO di Eropa seperti Inggris dan Jerman bahkan menyiapkan opsi manuver militer untuk membendung niatan Washington ini.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article