Pengusaha Sepatu Teriak Soal Aturan Upah: Jauh dari Harapan!

2 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri alas kaki nasional kembali bersuara. Kali ini soal aturan pengupahan yang dinilai kian menjauh dari realitas kemampuan sektor padat karya, khususnya sejak terbitnya PP 49 Tahun 2025.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) yang baru terpilih Anton J. Supit menilai, regulasi baru tersebut justru berpotensi menambah beban industri yang selama ini mengandalkan volume tenaga kerja besar.

"Isu yang paling krusial bagi industri padat karya alas kaki adalah terkait pengupahan berdasarkan regulasi yang baru PP 49 Tahun 2025 yang masih jauh dari harapan kemampuan industri padat karya alas kaki, dari upah sektoral dan angka alfa yang tinggi," kata Anton dalam Munas XI Aprisindo di Hotel Borobudur, Rabu (21/1/2026).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Industri alas kaki dikenal sangat sensitif terhadap biaya tenaga kerja. Setiap kenaikan upah akan langsung mempengaruhi struktur biaya produksi, yang pada akhirnya menentukan daya saing di pasar global.

Anton bahkan mengingatkan, jika kebijakan pengupahan tidak diselaraskan dengan kondisi industri, risiko hengkangnya investor dari daerah basis produksi menjadi nyata.

"Menjaga iklim investasi di Jawa Tengah itu penting, karena bila pengupahan tinggi sama dengan Provinsi Banten, Jawa Tengah berpotensi akan ditinggalkan investor," ujarnya.

Padahal, sektor alas kaki selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional. Skala industrinya bukan hanya soal ekspor, tetapi juga menyangkut hajat hidup jutaan keluarga di berbagai daerah sentra produksi.

"Industri alas kaki merupakan industri padat karya yang sebagian besar proses produksinya melibatkan tenaga kerja secara langsung dengan jumlah 1,3 juta pekerja yang bergantung di sektor ini," tutur Anton.

Lebih jauh, Anton menekankan bahwa peran sektor ini tak berhenti pada penciptaan lapangan kerja semata. Kontribusinya terhadap penerimaan negara dan stabilitas ekonomi nasional membuat keberlangsungan industri sepatu menjadi isu strategis.

"Ini adalah penyangga ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja besar serta kontribusi terhadap pajak. Karena itu, memperkokoh industri alas kaki butuh komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan," lanjutnya.

Tak hanya soal upah, Aprisindo juga mendorong pembenahan kebijakan yang lebih luas. Menurut Anton, penguatan industri tidak bisa dilepaskan dari keberanian pemerintah melakukan deregulasi dan memberikan insentif yang benar-benar dirasakan pelaku usaha.

"Pelaku industri menegaskan pentingnya penguatan fondasi industri nasional melalui kebijakan deregulasi yang memberikan kemudahan administrasi dan teknis, percepatan layanan, serta biaya yang lebih terjangkau," kata Anton.

Ia menambahkan, iklim yang kondusif juga perlu ditopang oleh kebijakan fiskal dan non-fiskal, termasuk soal kelancaran pasokan bahan baku yang selama ini masih menjadi tantangan.

"Termasuk kemudahan pengaturan impor bahan baku kulit, kain, benang, dan peningkatan ketersediaan bahan baku di dalam negeri," imbuhnya.

(fys/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article