Pedagang Daging Sapi Teriak, Harga Sapi Hidup Mendadak "Meledak"

2 weeks ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini, Kamis (22/1/2026), pedagang daging sapi melakukan aksi mogok jualan. Di Jakarta, aksi ini terpantau terjadi di Pasar Tebet Raya dan Pasar Kebayoran Lama. Rencananya, aksi ini akan digelar sampai hari Sabtu nanti (24/1/2026).

Pemerintah sendiri, dalam hal ini Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah merespons aksi ini. Amran mengatakan akan menyelidiki penyebab aksi mogok pedagang daging sapi itu dan mengancam jika memang ada yang mempermainkan harga daging sapi di Tanah Air. Bahkan, Amran mengklaim, sudah berbicara dengan pedagang daging sapi dan disambut sepakat akan berjualan lagi.

Aksi mogok jualan pedagang daging sapi di sejumlah pasar bukan muncul tiba-tiba. Tekanan biaya yang melonjak tajam dalam waktu singkat membuat banyak pelaku usaha di sektor ini merasa tak lagi sanggup menahan beban. Kenaikan harga sapi hidup menjadi pemicu utama yang memukul struktur biaya dari hulu ke hilir.

"Bisa bayangkan, waktu di bulan November posisi angka timbang hidup Rp47 ribu. Terus sekarang ini timbang hidup sudah di posisi Rp55 ribu," kata Ketua Umum (Ketum) Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/1/2026).

Lonjakan tersebut berdampak langsung pada ongkos produksi pedagang. Dalam bisnis daging sapi, perubahan kecil pada harga beli bisa menggerus margin secara drastis. Apalagi, kenaikan itu terjadi dalam waktu relatif singkat, membuat pedagang sulit menyesuaikan harga jual di pasar.

"Jadi sekarang ini kita hitung Rp55 ribu dikurangi Rp47 ribu jadi Rp8 ribu. Rp8 ribu kalau seumpamanya kita kali 500 Kg, itu sudah Rp4 juta kenaikan per ekor," kata Asnawi.

Beban ini semakin terasa karena pedagang membeli dalam skala besar, bukan per kilogram. Setiap ekor sapi yang masuk rumah potong membawa risiko kerugian lebih besar dibanding sebelumnya. Dalam kondisi normal saja margin pedagang sudah tipis, apalagi ketika harga melonjak secepat ini.

"Sekarang Rp4 juta itu bukan uang sedikit, 1 RPH (rumah pemotongan hewan) saja macam RPH Cakung yang kita kunjungi ya, itu satu hari memotong 130 ekor, nah itu 1 RPH, dikali Rp4 juta, maka uang berputar kenaikannya disana sudah Rp520 juta, setengah miliar itu kan bebannya," ungkapnya.

Hal tersebut menunjukkan, dampak kenaikan harga tidak berhenti di satu atau dua pedagang saja. Dalam satu rantai pasok, beban itu terakumulasi menjadi angka yang sangat besar dan pada akhirnya ikut mendorong harga di tingkat konsumen. Tak heran jika pedagang merasa berada di posisi paling terjepit dalam situasi ini.

"Sekarang kita berpikir lagi. Kita pedagang kecil, nggak bisa punya stok. Yang punya stok itu modal besar. Yang punya sapi modal besar. Kita kan nggak punya sapi. Jadi yang bermain siapa nih? Saya sekarang beli sapi di sana. Di sana udah mahal, yang mau nombokin siapa? Jadi serba salah," sebut Asnawi.

Kondisi serba salah inilah yang mendorong sebagian pedagang memilih mogok jualan sebagai bentuk perlawanan sekaligus jeritan. Mereka tak punya cukup ruang untuk menahan kerugian, tetapi juga sulit menaikkan harga di tengah daya beli masyarakat yang melemah.

"Sebagai solidaritas, kebersamaan, sependeritaan, senasib dan sepenanggungan atas bebas resiko kerugian yang di tanggung oleh semua anggota pedagang daging dan pelaku usaha bos jagal alias bandar jagal, anggota JAPPDI dan APDI kompak melakukan aksi libur tidak berdagang. Hal ini sebagai refleksi untuk membuat suasana sama-sama menjadi segar kembali paska refleksi aksi libur tidak berdagang," ujar Asnawi.

(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article