One UI 8.5 Beta Dinilai Sulit Digunakan dengan Satu Tangan

2 weeks ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Samsung merilis One UI 8.5 beta dengan sejumlah penyesuaian tampilan. Namun, pembaruan ini justru menuai sorotan karena dianggap belum menyentuh aspek penting yang sejak awal menjadi kekuatan utama One UI, yakni kenyamanan penggunaan dengan satu tangan.

Saat pertama kali diperkenalkan pada akhir 2018, menggantikan antarmuka lama yang berat dan kurang responsif, One UI hadir membawa desain yang lebih ringan sekaligus berfokus pada kenyamanan penggunaan satu tangan, terutama di ponsel berlayar besar.

Mengutip Android Authority, Senin (19/1/2026), pendekatan tersebut membuat One UI cepat mendapat respons positif antara pengguna dan perangkat hanya dengan satu tangan.

Namun, setelah lebih dari tujuh tahun pengembangan dan kini memasuki generasi kedelapan, fokus pada kemudahan satu tangan dinilai tidak lagi menjadi perhatian utama.

Identitas One UI Mulai Hilang?

Salah satu ciri khas awal One UI adalah cara sistem menempatkan konten utama di bagian atas ke tengah layar saat pengguna menggulir ke atas, sehingga lebih mudah dijangkau ibu jari.

Desain tersebut membedakan One UI dari antarmuka Android lain yang umumnya menempatkan hampir semua elemen penting di bagian atas layar.

Sementara, banyak tombol dan menu yang sebelumnya berada di bagian atas layar lalu dipindahkan ke bawah. Contohnya, pada setting-an galeri sampai menu sistem lain, yang dibuat agar bisa dioperasikan tanpa harus mengubah posisi genggaman tangan.

Mengingat ukuran ponsel dari tahun ke tahun terus membesar, beberapa fitur antarmuka masih sulit dijangkau, diibaratkan Samsung telah melengkapi konsep ini, tetapi belum benar-benar tuntas.

Hingga One UI versi 8 saat ini, konsep tersebut dinilai tidak mengalami kemunduran, tetapi juga tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Perubahan Terbatas di One UI 8.5

Dalam versi beta One UI 8.5, salah satu penyesuaian yang terlihat adalah pemindahan fitur pencarian di aplikasi Pengaturan ke bagian bawah layar. Langkah ini dinilai sejalan dengan filosofi awal One UI.

Namun, perubahan tersebut tidak diterapkan secara konsisten di aplikasi bawaan lainnya. Sebagian besar aplikasi Samsung masih menempatkan tombol pencarian di area atas, sehingga sulit dijangkau dengan satu tangan.

Padahal, beberapa aplikasi sudah diisi oleh elemen navigasi di bagian bawah layar. Sejumlah aplikasi seperti telepon, kalender dan galeri menyisakan area kosong di bilah bawah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Ketidaksamaan tata letak ini dinilai mengganggu kenyamanan karena pengguna harus menyesuaikan kebiasaan setiap kali berpindah aplikasi.

Panel Cepat Dinilai Kurang Ramah Jangkauan

Kritik juga muncul pada panel Quick Settings. Meski Samsung telah merombak panel ini agar lebih fleksibel dan bisa disesuaikan, posisi tombol penting seperti menu daya dan pengaturan ditempatkan di bagian bawah, sehingga lebih mudah dijangkau.

Sebaliknya, pada One UI, tombol edit, pengaturan, dan daya masih berada di bagian atas panel, yang relatif sulit diakses dengan satu tangan, terutama di ponsel berlayar besar.

Padahal, hampir seluruh elemen Quick Settings dirombak oleh Samsung agar lebih fleksibel dan dapat diatur. Pengguna bisa mengubah ukuran tombol, menata ulang ikon, hingga mengatur tamplian slide.

Namun, anehnya, tombol-tombol penting seperti pengaturan dan menu daya tidak bisa dipindahkan. Hal ini memunculkan pertanyaan, mengapa elemen lain bisa diatur, tetapi tidak untuk tombol-tombol yang paling sering digunakan.

Tantangan di Tengah Ukuran Layar yang Terus Membesar

Di tengah tren layar yang semakin besar, kebutuhan akan antarmuka yang ramah satu tangan justru semakin penting. Namun, One UI dinilai belum mengikuti perubahan tersebut secara optimal.

Padahal, konsep penggunaan satu tangan adalah fondasi dari penamaan dan filosofi One UI itu sendiri. Jika pendekatan ini tidak terus dikembangkan, keunggulan yang dulu menjadi pembeda berpotensi menghilang.

Banyak pengguna menilai Samsung perlu kembali mengedepankan prinsip dasar One UI, bukan hanya menghadirkan pembaruan visual atau perubahan kecil yang tidak berpengaruh terhadap kenyamanan pemakaian harian.

Tanpa langkah tersebut, ciri khas yang dulu membuat One UI tampil berbeda dari antarmuka Android lain dikhawatirkan akan semakin memudar di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.

Ini HP Pertama yang Kebagian One UI 8.5 Beta 3

Samsung dilaporkan sedang menyiapkan peluncuran One UI 8.5 Beta 3, yang mana Galaxy S25 menjadi HP pertama yang mendapatkannya. Pembaruan ini diperkirakan hadir pada 5 atau 6 Januari 2025, selang dua pekan sejak beta kedua dirilis pada 22 Desember 2025.

Dilansir Phone Arena, Kamis (1/1/2026), Samsung tampaknya tidak mengambil jeda liburan dalam mengembangkan antarmuka terbarunya. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam merapikan sistem sebelum generasi ponsel andalan berikutnya meluncur.

Program beta One UI 8.5 sendiri dimulai pada 8 Desember 2025. Sejak saat itu, pembaruan hadir secara konsisten, menandakan proses pengembangan yang responsif terhadap masukan pengguna.

Meski belum ada bocoran fitur baru yang signifikan, pembaruan beta ketiga ini diyakini akan fokus pada peningkatan stabilitas dan perbaikan bug. One UI 8.5 berbasis Android 16 QPR2 membawa banyak perubahan di balik layar sehingga pembaruan secara berkala dinilai penting untuk memastikan kinerja sistem tetap optimal.

Kecepatan rilis berita ini menjadi krusial mengingat Samsung Galaxy S26 diperkirakan meluncur pada Januari atau Februari 2026. Seri terbaru tersebut kemungkinan besar akan langsung menjalankan One UI 8.5 versi stabil.

Samsung juga bermaksud menyiapkan inovasi serupa untuk perangkat andalan sebelumnya termasuk Galaxy S25, S25+, dan S25 Ultra.

Bagi pengguna Galaxy S25 yang menjadikan perangkatnya sebagai ponsel utama, fase beta ini membuka peluang untuk ikut membentuk versi antarmuka akhir. Namun, Samsung tetap mengingatkan penerapan risiko penggunaan perangkat lunak pra-rilis.

Dengan jadwal pembaruan yang padat, Samsung terlihat berupaya menghindari keterlambatan distribusi seperti yang terjadi pada beberapa versi sebelumnya, sekaligus memperkuat daya saing terhadap Google Pixel yang dikenal agresif dalam merilis fitur baru.

Read Entire Article