Netizen Malaysia "Mohon" ke AS, Jangan Jadikan Kami Venezuela Kedua

2 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kuala Lumpur baru-baru ini memicu gelombang reaksi tak terduga dari netizen Malaysia setelah mengunggah sebuah citra satelit yang memukau dari ruang angkasa. Alih-alih hanya mengagumi keindahan foto tersebut, warga Malaysia justru ramai-ramai melontarkan lelucon satir, memperingatkan pemerintahan Donald Trump bahwa negara mereka tidak memiliki minyak agar tidak bernasib sama seperti Venezuela.

Kejadian ini bermula saat misi diplomatik AS tersebut membagikan foto satelit tahun 2016 yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Foto itu menunjukkan kilatan petir yang menyambar di tengah sistem badai besar di atas wilayah Malaysia.

"Malaysia, Anda belum pernah terlihat lebih elektrik dari ini. Kilatan putih terang itu bukanlah lampu kota, melainkan sambaran petir masif yang meledak di dalam sistem badai petir. Sangat mudah untuk melupakan bahwa kita tinggal di planet yang hidup dan bernapas sampai Anda melihatnya dari sudut pandang ini. Baik Anda berada di bawah badai atau di atasnya, pemandangannya sangat spektakuler," tutur Kedubes AS di X.

Namun, unggahan yang tampak tidak bersalah itu justru memicu kekhawatiran bernada candaan di kalangan warga netizen Malaysia. Banyak dari mereka yang menggunakan humor untuk meminta Washington agar tidak mengalihkan perhatian ke negara mereka, menyusul tindakan agresif pemerintahan Trump terhadap Venezuela baru-baru ini.

Di platform Facebook, salah satu komentar dengan jumlah suka terbanyak menyatakan, "Tolong beri tahu presiden Anda bahwa kami tidak punya minyak ya. Kami hanya punya minyak goreng Saji."

Beberapa netizen bahkan menggunakan stereotip lama tentang Malaysia sebagai negara terbelakang demi menjauhkan perhatian AS.

"Seperti yang Anda lihat, kami tinggal di hutan. Kami menyalakan api untuk menghangatkan tubuh kami," tulis salah satu pengguna.

Komentar serupa juga muncul dari pengguna lain yang bergurau, "Kami tidak punya kota. Kami semua tinggal di atas pohon. (Catatan: kami tidak punya minyak)."

Seorang pengguna bernama Alif Sazali turut menambahkan pesan untuk sang Presiden AS dengan menulis, "Kepada Trump... kami tinggal di hutan... tidak ada minyak, hanya ada harimau dan buaya."

Sementara itu, Mohd Raffi Merusin mengklaim bahwa Malaysia tidak memiliki minyak mentah, "hanya kelimpahan minyak sawit dan badai petir."

Sentimen serupa meluap ke Instagram, di mana ratusan komentar muncul dengan nada yang lebih waswas. Salah satu netizen bertanya, "Apakah kita akan menjadi Venezuela berikutnya?"

Sementara yang lain menyarankan AS untuk melirik negara tetangga dengan menulis, "Anda mungkin lebih suka Brunei atau Singapura."

Selain kekhawatiran soal sumber daya alam, beberapa komentar juga menyentil masalah pengawasan dan intervensi luar negeri.

Pengguna bernama Ina Abd Rahman berkomentar, "Tanpa peringatan sama sekali, cukup aneh bahwa kedutaan AS merilis citra satelit Malaysia."

Reaksi defensif nan jenaka ini muncul bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, AS bersumpah untuk mengendalikan minyak Venezuela "tanpa batas waktu" setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini. Presiden Trump secara terbuka mengklaim bahwa AS akan mengambil alih Venezuela dan menyadap cadangan minyaknya, serta mengumumkan bahwa Venezuela akan menyediakan 30 hingga 50 juta barel "minyak yang terkena sanksi" kepada AS.

Ketegangan geopolitik makin meningkat setelah Trump kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil Greenland. Ia mengancam bahwa AS akan "melakukan sesuatu dengan Greenland terlepas dari apakah mereka suka atau tidak," bahkan pihak pemerintahannya berulang kali menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer demi merebut wilayah milik Denmark tersebut.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article