Liputan6.com, Jakarta - Kita dan dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India. Ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama.
Kalau mengikuti hasil penyelidikan epidemiologinya secara lengkap, klaster kumpulan kasus sebenarnya bermula pada akhir September 1998 di dekat kota Ipoh, negara bagian Perak. Sesudah itu, klaster kelompok kasus kedua terjadi dekat kota Sikamat, di negara bagian Negeri Sembilan, pada Desember 1998 dan Januari 1999.
Pada waktu klaster pertama dan kedua ini, penyakitnya belum dikenal, bahkan mulanya diduga sebagai penyakit Japanese Encephalitis (JE). Selain itu, tadinya penyakit ini juga diduga sebagai penyakit Hendra, dan hal ini sesuai dengan tulisan di jurnal ilmiah Morbidity Mortality Weekly Report (MMWR) bulan April 1999 yang berjudul 'Outbreak of Hendra-Like Virus — Malaysia and Singapore, 1998–1999'.
Baru kemudian terjadi klaster ketiga, yang paling besar, di kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok serta sekitarnya, daerah Port Dickson, negara bagian Negeri Sembilan, yang bermula pada bulan Desember 1998.
Kampung Sungai Nipah kemudian dilakukan lockdown oleh pemerintah setempat. Dari data di kampung Sungai Nipah inilah kemudian dilakukan penelitian mendalam dan sampai pada kesimpulan bahwa penyakit baru ini disebabkan oleh virus baru, yang diberi nama virus Nipah.
Buku Nipah Virus Infection terbitan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008 juga menyebutkan bahwa penamaan virus ini merujuk pada desa di Malaysia tempat virus ini pertama kali ditemukan secara resmi.
Dapat ditambahkan di sini bahwa alasan mulanya penyakit itu diduga sebagai Japanese Encephalitis (JE) adalah karena pasiennya mengalami radang otak atau ensefalitis, baik pada kasus JE maupun kasus virus Nipah.
Lalu, penyakit ini awalnya diduga penyakit Hendra karena gejalanya mirip dan asal usul virusnya berdekatan. Akhirnya, Virus Nipah bersama-sama dengan virus Hendra (HeV) membentuk genus virus baru yang diberi nama Henipavirus (Hendra + Nipah), yang termasuk dalam familia virus Paramyxoviridae.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Mantan KaBaLitBangKes, serta Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
.png)
3 days ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473767/original/057718200_1768456004-susu_formula.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1740001/original/057180700_1508071681-Sederet-Manfaat-Rebung-untuk-Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5145121/original/055491600_1740664704-cup-with-natural-healthy-herbal-tea-made-from-turmeric-honey-spices.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)
