Mengenal Kepulauan Chagos yang Dilepas Inggris, Bikin Trump Ngamuk

2 weeks ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepulauan Chagos kini menjadi topik hangat geopolitik setelah Inggris sepakat menyerahkan kedaulatannya kepada Mauritius, dalam kesepakatan yang juga menjamin operasi pangkalan militer strategis Diego Garcia untuk Inggris dan Amerika Serikat hingga 99 tahun ke depan.

Berikut fakta-fakta terkait pulau strategis tersebut, seperti dikutip The Guardian, Rabu (21/1/2026).

Lokasi & Sejarah Singkat

Kepulauan Chagos adalah gugusan lebih dari 60 pulau di Samudra Hindia, terletak jauh dari daratan utama, sekitar 1.600 km dari Afrika Timur. Wilayah ini berada di bawah kendali Inggris sejak 1814 setelah Perjanjian Paris, dan resmi menjadi bagian dari Wilayah Samudra Hindia Britania pada 1965 setelah dipisahkan dari Mauritius, yang kemudian merdeka pada 1968.

Namun pemisahan tersebut ternyata tidak lengkap secara hukum: Mahkamah Internasional (ICJ) pada 2019 menilai proses dekolonisasi Mauritius belum sah, sehingga Inggris "berkewajiban mengakhiri administrasinya atas Chagos secepat mungkin".

Diego Garcia: Pangkalan Militer yang Strategis

Pulau terbesar di gugusan ini, Diego Garcia, menjadi lokasi pangkalan militer penting yang dikelola bersama oleh Inggris dan AS sejak akhir 1960-an. Pangkalan ini memungkinkan proyeksi kekuatan militer di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah serta menjadi titik strategis dalam operasi militer besar seperti Perang Teluk, Afghanistan, dan Irak.

Pemerintah Inggris menegaskan kesepakatan dengan Mauritius "mengamankan pangkalan militer penting ini untuk masa depan", memastikan fasilitas itu tetap beroperasi di bawah kerangka hukum yang lebih kuat.

"Ini akan memperkuat peran kami dalam menjaga keamanan global," kata Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.

Kesepakatan dengan Mauritius

Perjanjian yang ditandatangani pada 22 Mei 2025 menetapkan bahwa Mauritius akan memegang kedaulatan penuh atas Chagos, sementara Inggris akan menyewa Diego Garcia selama 99 tahun dengan biaya sewa sekitar 101 juta pound sterling (setara Rp1,8 triliun) per tahun. Keseluruhan nilai akumulatif sewa diperkirakan mencapai sekitar 3,4 miliar pound sterling (setara Rp61 triliun).

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kesepakatan ini perlu untuk menghindari risiko hukum yang bisa melemahkan basis militer jika sengketa berlanjut tanpa penyelesaian. Sementara itu pemerintah Mauritius menyambut baik kedaulatan penuh atas pulau-pulau tersebut setelah puluhan tahun memperjuangkan haknya.

Kontroversi dan Reaksi

Kesepakatan pengembalian Kepulauan Chagos memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh politik. Presiden AS Donald Trump menyebut langkah Inggris sebagai "tindakan yang sangat bodoh", seraya menilai keputusan tersebut berpotensi melemahkan posisi strategis Barat di Samudra Hindia. Kritik itu disampaikan Trump di media sosial, meski sebelumnya ia sempat menyatakan cenderung menyetujui perjanjian tersebut.

Di dalam negeri Inggris, oposisi dari Partai Konservatif juga menyoroti kesepakatan ini. Mereka menyebut pemerintah "menyerahkan wilayah Inggris" dan mempertanyakan biaya besar yang harus dibayar untuk menyewa kembali pangkalan Diego Garcia.

Menteri Pertahanan bayangan James Cartlidge menilai kesepakatan itu membuat Inggris membayar mahal untuk mempertahankan akses atas wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali penuh London.

Sementara itu, di tingkat internasional, sejumlah badan PBB dan kelompok hak asasi manusia kembali menyoroti nasib warga Chagossian yang dipindahkan secara paksa pada era 1960-an dan 1970-an. Mereka mendesak agar kesepakatan Inggris-Mauritius tidak hanya berfokus pada kepentingan militer dan hukum internasional, tetapi juga memastikan hak, kompensasi, dan kemungkinan pemulangan komunitas asli Kepulauan Chagos.

Warisan dan Dampaknya

Selain implikasi strategis, sejarah Chagos juga mencerminkan salah satu episode paling kontroversial dari kolonialisme modern, terutama terkait pengusiran paksa penduduk asli untuk pembangunan pangkalan militer, yang disebut oleh sejumlah aktivis sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Meskipun kini berada di bawah kedaulatan Mauritius, pangkalan Diego Garcia tetap menjadi komponen krusial dalam strategi pertahanan Barat, khususnya bagi Inggris dan AS di tengah persaingan kekuatan global di kawasan Indo-Pasifik.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article