Marak Kriminalisasi Guru Saat Nasihati Murid, KPAI Ingatkan Kewajiban Anak Patuhi Aturan Sekolah

1 week ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai kriminalisasi guru yang muncul dalam sejumlah kasus pendisiplinan murid di lingkungan sekolah membuat Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Aris Adi Leksono angkat bicara.

Dia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara guru, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Sehingga, tidak tepat apabila seluruh persoalan pendidikan dibebankan hanya kepada guru.

KPAI mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak tidak hanya mengatur hak anak. UU ini juga secara tegas memuat kewajiban anak yang harus dipahami dan ditanamkan oleh orang tua serta lingkungan keluarga.

Dalam Pasal 19 Undang-Undang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa setiap anak berkewajiban untuk:

  • Menghormati orang tua, wali, dan guru
  • Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman
  • Mencintai Tanah Air, bangsa, dan negara
  • Menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya
  • Melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.

“Ketentuan ini menegaskan bahwa sikap hormat kepada guru, kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta perilaku berakhlak mulia merupakan bagian integral dari upaya perlindungan anak itu sendiri,” kata Aris kepada Health Liputan6.com lewat keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Pentingnya Peran Orang Tua Bina Anak di Rumah

Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkepribadian, dan bertanggung jawab. Tujuan ini hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.

“Perlindungan anak tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebagai perlindungan dari tindakan guru. Undang-undang secara tegas juga mengatur kewajiban anak, termasuk menghormati guru, menaati etika, dan berakhlak mulia. Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting untuk menyadarkan dan membina anak sejak dari rumah,” tegas Aris.

“Tindakan pendisiplinan yang bersifat edukatif, proporsional, dan bertujuan membina karakter tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai tindak pidana. Guru harus dilindungi selama menjalankan tugas profesionalnya sesuai hukum, etika profesi, dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak,” lanjut Aris.

Perlindungan Guru dan Anak Harus Berjalan Beriringan

KPAI menekankan bahwa orang tua memiliki kewajiban strategis untuk membina karakter dan akhlak anak.

Orang tua juga perlu mengawasi perilaku anak agar menaati tata tertib sekolah, menanamkan sikap hormat kepada guru, orang tua/wali, dan sesama. Kemudian, mencegah anak melakukan perilaku yang melanggar norma hukum, sosial, dan etika.

Ke depan, KPAI mendorong agar setiap persoalan di lingkungan pendidikan diselesaikan melalui dialog, mediasi, dan pendekatan keadilan restoratif, dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, sekaligus menjaga martabat dan perlindungan bagi guru sebagai pendidik. Asal bukan persoalan yang melanggar hukum dan perundangan.

“Perlindungan anak dan perlindungan guru harus berjalan beriringan, demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman, berkarakter, dan bermartabat,” pungkas Aris.

Read Entire Article