(Dok. Pribadi)
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’. Dituliskan bahwa penerbitan visa haji 2026 dilakukan lebih awal bertujuan meningkatkan kesiapan layanan dan memastikan kenyamanan jemaah haji sekitar empat bulan sebelum puncak pelaksanaan ibadah. Langkah ini juga sejalan dengan target peningkatan kualitas layanan haji.
Tentu saja kita menyambut baik penerbitan visa haji yang lebih awal ini sehingga harapannya akan mempermudah proses jemaah kita yang akan berhaji tahun ini. Selain kemudahan penerbitan visa yang lebih awal, baik kalau kita cermati tentang aspek kesehatan bagi para jemaah. Hal ini jadi amat penting karena pada 12 Januari 2026, laman Saudi Umrah Visa (saudiumrahvisa.com/hajj-2026-health-rules-eligibility/) menyampaikan penjelasan rinci tentang aspek kesehatan jemaah haji yang juga dihubungkan dengan visa.
LIMA HAL TENTANG KESEHATAN JEMAAH HAJI
Tulisan yang berjudul ‘Hajj 2026 Health Rules: Who is Eligible? (The 1447 AH Checklist)’ ini menegaskan sedikitnya lima hal tentang kesehatan yang harus diketahui calon jemaah haji kita, dan dapat mempersiapkan diri lebih baik sejak kini sampai keberangkatan pada Mei 2026 nanti.
Hal pertama, disampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Ministry of Hajj and Umrah/MoHU) Arab Saudi menegaskan bahwa musim haji 1447 H tahun 2026 ini adalah hanya untuk mereka yang fit secara fisik dan mental. Disebutkan juga bahwa kini untuk pertama kalinya status kesehatan jemaah secara elektronik akan dihubungkan dengan proses mendapatkan visa. Hal ini tentu perlu diantisipasi mendalam oleh para calon jemaah sejak sekarang, dan juga perlu diantisipasi oleh Kementerian Haji dan Umrah kita untuk pengurusan visa ini.
Hal kedua, informasi ini juga menyampaikan tiga status kesehatan yang disebutkan tidak boleh diderita oleh jemaah haji tahun ini. Status kesehatan kesatu ialah penyakit kronik dan kegagalan organ, yang dibagi lagi menjadi tiga jenis penyakit. Pertama ialah gagal ginjal, yang memerlukan dialisis aktif atau penyakit ginjal yang stadium lanjut. Penyakit kedua ialah penyakit jantung, yang meliputi gagal jantung parah, pasien dengan gejala gangguan jantung aktif ketika pasiennya beristirahat, dan mereka yang tidak mampu melakukan aktivitas fisik minimal. Ketiga ialah penyakit hati dan paru, termasuk sirosis hati yang lanjut atau pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang memerlukan pemakaian oksigen terus-menerus atau intermiten.
Status kesehatan kedua ialah yang berhubungan dengan gangguan neurologi serta kesehatan kognitif, yang terdiri dari dua penyakit. Kesatu ialah mereka dengan demensia dan alzheimer, yaitu lansia yang sudah mengalami kehilangan memori secara berat dan juga senility
atau pikun. Kedua ialah gangguan psikiatrik berupa gangguan mental yang berat yang merusak aspek kognitif atau membutuhkan dukungan motorik yang intensif. Status kesehatan ketiga ialah mereka yang dengan pengobatan aktif dan infeksi. Ada dua penyakit dalam kelompok ini. Pertama ialah pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi aktif, radioterapi, atau sedang dalam pengobatan biologik, dan kedua ialah penderita penyakit menular, yang terdiri dari pasien tuberkulosis aktif, demam berdarah akibat virus, atau penyakit menular lain yang punya risiko kesehatan masyarakat.
Hal ketiga yang tentu perlu diketahui jemaah haji ialah tentang berbagai jenis vaksinasi yang diwajibkan dan dianjurkan bagi jemaah haji. Jenisnya tentunya dapat berbeda-beda tergantung dari negara mana jemaah berasal. Untuk jemaah kita, maka tentu setidaknya akan diwajibkan mendapat vaksinasi meningitis dan dianjurkan mendapat vaksinasi influenza.
Tahun lalu memang jemaah haji kita diwajibkan mendapat vaksinasi polio pula, tetapi kita ketahui bahwa WHO secara resmi menyatakan bahwa kejadian luar biasa (KLB) poliovirus tipe 2 (cVDPV2) di Indonesia telah berakhir pada 19 November 2025. Pernyataan WHO ini tentu menjadi dasar utama untuk perlu tidaknya vaksinasi polio dari suatu negara.
Hal keempat yang dibahas ialah tentang sertifikat kesehatan yang diperlukan jemaah haji. Sertifikat ini harus bersifat resmi dan mencantumkan setidaknya tiga hal. Kesatu ialah bebas dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan yang sudah dibahas di atas. Kedua ialah persyaratan minimal melakukan aktivitas fisik, dan ketiga ialah ketersediaan obat pribadi yang diperlukan.
Hal kelima yakni tentang wanita hamil dan kaum lansia yang akan berhaji. Dituliskan bahwa wanita dengan kehamilan dua bulan terakhir (trimester terakhir) atau mereka dengan kehamilan risiko tinggi tidaklah diperbolehkan untuk tahun 2026 ini. Lalu untuk lansia, mereka yang berusia di atas 65 tahun harus didampingi oleh mereka yang berusia 18 sampai 60 tahun yang secara fisik dalam keadaan fit untuk mendampingi. Mengingat kini masih ada waktu sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan, akan baik sekali kalau para calon jemaah mempersiapkan diri dengan baik, dan tentunya dapat mengacu pada lima hal yang dibahas di atas.
KESIAPAN YANG BISA DILAKUKAN MULAI SEKARANG
Setidaknya ada tiga kegiatan kesiapan yang dapat dilakukan para calon jemaah haji kita mulai sekarang ini. Pertama tentu berkonsultasi dan memeriksakan diri ke petugas kesehatan untuk memastikan bagaimana status kesehatan sekarang. Kalau ada gangguan kesehatan, apalagi kalau termasuk yang dibahas di atas, tentu harus segera ditangani dengan baik. Harus ada penilaian sejak kini tentang bagaimana kemungkinan keadaan kesehatan pada saat jadwal keberangkatan nantinya.
Harus ada antisipasi sejak kini tentang bagaimana situasinya kalau sampai saat keberangkatan, penyakit-penyakit tertentu belum dapat ditangani baik dan berbenturan dengan aturan kesehatan yang akan diterapkan pemerintah Arab Saudi. Pelaksaan vaksinasi --yang wajib dan yang anjuran-- juga perlu dipersiapkan sejak sekarang. Selain itu, kalau memang ada penyakit yang akan memerlukan obat, jenis dan jumlahnya harus disiapkan sejak sekarang, termasuk bagaimana pola konsumsinya di Tanah Suci kelak, apa yang harus dilakukan kalau ada perburukan keadaan penyakit dll. Semua harus dilakukan dengan konsultasi bersama petugas kesehatan sejak sekarang.
Kesiapan kesehatan kedua yang perlu dimulai sejak sekarang ialah latihan fisik ringan dan bertahap. Kita tahu bahwa menjalankan ibadah haji memerlukan kemampuan fisik yang memadai pula, yang kebugarannya perlu dipersiapkan sejak sekarang. Tentu akan baik kalau kesiapan fisik ini juga dilakukan dengan konsultasi kepada petugas kesehatan setempat karena harus disesuaikan dengan keadaan kesehatan yang ada.
Kesiapan ketiga ialah pemahaman secara menyeluruh tentang rukun, wajib, dan sunah menjalankan ibadah haji serta suasana lapangan yang akan dihadapi di Mekah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dalam kaitan dengan kesehatan maka sudah banyak dibicarakan bahwa jemaah perlu tahu menentukan prioritas antara ibadah, kegiatan fisik lain seperti berbelanja dll, dan kapan perlu istirahat, terutama bagi para lansia dan mereka yang dalam risiko tinggi kesehatan.
Untuk itu, para calon jemaah harus berkonsultasi dengan pemuka agama, juga petugas kesehatan terkait, sehingga dapat memaham secara lengkap tentang situasi yang akan dijalani dan keputusan apa yang harus diambil pada saat di Tanah Suci nantinya.
Kita tahu bahwa kesiapan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan ibadah haji. Apalagi jemaah haji pada umumnya sudah menunggu bertahun-tahun untuk dapat menjalankan ibadah suci ini. Karena itu, sejak sekarang ketahuilah kriteria kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jemaah haji, dan manfaatkanlah waktu sekitar tiga bulan lagi ini untuk mempersiapkan kesehatan secara sebaik mungkin.
Tentu kita juga mengharapkan agar petugas kesehatan haji kita dapat bekerja maksimal untuk menjaga kesehatan para tamu Allah dari Indonesia ini, serta memiliki program kesehatan haji yang terstruktur lengkap dan terimplementasi dengan baik.
Semoga para jemaah haji kita tahun ini dapat menjalankan ibadah dengan baik dan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur. Aamiin ya rabbal alamin
.
.png)
2 hours ago
4




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
