Jenis Kelelawar Penyebab Virus Nipah Terungkap, Ada yang Hidup Dekat Manusia

1 day ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Virus Nipah kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit Zoonosis. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa jenis kelelawar penyebab virus Nipah bukanlah spesies langka, melainkan kelelawar buah yang cukup umum dan bahkan hidup berdekatan dengan aktivitas manusia.

Virus Nipah dikenal sebagai infeksi serius yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia. Tingkat kematiannya tergolong tinggi, sehingga pemahaman mengenai sumber penularan menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Kelelawar Buah adalah Inang Alami Virus Nipah

Berbagai studi ilmiah menyebutkan bahwa virus Nipah secara alami dibawa oleh kelelawar buah dari genus Pteropus, yang juga dikenal sebagai flying fox atau kalong. Kelelawar ini tersebar luas di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia, termasuk di Indonesia.

Meski membawa virus Nipah, kelelawar Pteropus tidak menunjukkan gejala sakit. Virus dapat ditemukan dalam air liur, urine, dan kotorannya, yang berpotensi mencemari buah atau lingkungan sekitar.

"Infeksi virus Nipah tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar buah, tetapi dapat menular ke manusia melalui kontak langsung maupun tidak langsung," tulis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam keterangannya.

Kelelawar Virus Nipah Hidup Dekat Permukiman

Fakta yang cukup mengkhawatirkan, beberapa jenis kelelawar penyebab virus Nipah diketahui hidup di sekitar permukiman, kebun, area pertanian, hingga pasar tradisional. Di Indonesia, kelelawar buah sering terlihat bertengger di pohon-pohon tinggi dekat rumah warga.

Kondisi ini meningkatkan risiko spillover event, yaitu peristiwa perpindahan virus dari hewan ke manusia. Penularan bisa terjadi saat manusia mengonsumsi buah yang telah terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, atau minuman tradisional seperti nira yang tidak dimasak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa wabah pertama virus Nipah pada 1998–1999 di Malaysia terjadi setelah virus berpindah dari kelelawar ke babi, lalu menginfeksi manusia yang bekerja dekat dengan hewan tersebut.

"Pada wabah awal, kelelawar menularkan virus Nipah ke babi, kemudian menyebar ke manusia," tulis CDC.

Meski genus Pteropus dikenal sebagai reservoir virus Nipah, para ahli menegaskan bahwa tidak semua kelelawar membawa virus ini. Risiko penularan sangat bergantung pada intensitas dan jenis kontak manusia dengan lingkungan yang terkontaminasi.

Kelelawar sendiri memiliki peran penting dalam ekosistem, mulai dari penyerbukan hingga penyebaran biji. Karena itu, pencegahan lebih diarahkan pada perubahan perilaku manusia, bukan pemusnahan satwa liar.

"Pengendalian virus Nipah seharusnya fokus pada pengurangan kontak berisiko, bukan membasmi kelelawar," tegas WHO.

Memahami jenis kelelawar penyebab virus Nipah menjadi dasar dalam upaya pencegahan. Beberapa langkah sederhana yang direkomendasikan para ahli antara lain:

  1. Menghindari konsumsi buah yang jatuh atau tampak bekas gigitan hewan
  2. Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi
  3. Tidak mengonsumsi nira atau minuman tradisional yang tidak dimasak
  4. Menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan ternak yang sakit
  5. Menjaga kebersihan tangan secara rutin

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus Nipah. Oleh sebab itu, pencegahan dan kewaspadaan menjadi langkah paling efektif.

Dengan meningkatnya interaksi manusia dan satwa liar akibat perubahan lingkungan, pemahaman tentang jenis kelelawar penyebab virus Nipah menjadi semakin krusial. Kewaspadaan yang tepat, tanpa kepanikan, dapat membantu menekan risiko penularan sejak dini.

Read Entire Article