Fakta Dewan Perdamaian ala Trump: Disambut RI-Saudi, Ditolak Prancis

2 weeks ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menggalang dukungan global untuk membentuk "Dewan Perdamaian", sebuah forum internasional baru yang diklaim bertujuan meredam konflik dunia. Namun, inisiatif ini justru memunculkan garis pemisah yang tegas dengan disambut sejumlah negara Timur Tengah dan Asia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, tetapi ditolak Prancis dan beberapa negara Eropa lain.

Dewan ini menuai sorotan karena ruang lingkupnya yang luas, kepemimpinan Trump tanpa batas waktu, hingga potensi tumpang tindih dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berikut fakta-fakta terbaru Dewan Perdamaian Trump, mengutip CNN International, Kamis (22/1/2026).

1. Asal Mula Dibentuknya Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian pertama kali diusulkan Trump sebagai bagian dari fase lanjutan rencana gencatan senjata Gaza yang dimediasi AS pada September 2025. Awalnya, dewan ini dirancang untuk mengawasi demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza, yang hancur akibat perang Israel selama dua tahun.

Namun, draf piagam yang beredar menunjukkan ambisi lebih besar. Dewan ini disebut sebagai "organisasi internasional" untuk mempromosikan stabilitas, perdamaian, dan tata kelola di wilayah konflik global, tanpa lagi menyebut Gaza secara spesifik.

Trump akan menjabat sebagai ketua dewan tanpa batas waktu, bahkan berpotensi melampaui masa jabatan presiden keduanya.

"Dewan ini dibentuk untuk memastikan perdamaian yang nyata, bukan sekadar resolusi di atas kertas," ujar Trump.

2. Negara yang Mendukung, Ada RI dan Saudi

Sejumlah negara telah menerima undangan AS. Dari Timur Tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Mesir, dan Bahrain menyatakan bergabung. Dari Asia, Indonesia dan Vietnam termasuk yang menerima undangan, bersama Pakistan dan Turki.

Dari kawasan lain, Hungaria, Maroko, Kosovo, Argentina, dan Paraguay, serta negara Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan, juga ikut serta.

Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bergabung, meski keberatan dengan masuknya pejabat Turki dan Qatar dalam struktur dewan.

Trump mengakui adanya figur kontroversial di dalam daftar tersebut. "Saya memiliki beberapa orang yang kontroversial di dalamnya," kata Trump.

3. Ditolak Prancis dan Eropa, China Masih Menimbang

Tidak semua sekutu Barat menyambut baik gagasan ini. Prancis dan Norwegia secara terbuka menolak undangan, dengan alasan mempertanyakan hubungan Dewan Perdamaian dengan PBB.

Sementara China mengkonfirmasi menerima undangan, tetapi belum memutuskan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan negaranya "akan tetap berkomitmen pada sistem internasional dengan PBB sebagai intinya."

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga menyatakan keberatan. "Sulit membayangkan bersama Rusia di dewan mana pun," ujarnya, seraya menyebut Rusia sebagai musuh dan Belarus sebagai sekutu Moskow.

4. Kontroversi Biaya Iuran dan Kekhawatiran Pelemahan PBB

Dewan Perdamaian Trump menuai kritik tajam terkait struktur dan pendanaannya. Untuk mendapatkan kursi tetap, negara anggota diwajibkan membayar US$1 miliar, setara sekitar Rp16,9 triliun. Dana ini, menurut pejabat AS, akan digunakan untuk rekonstruksi Gaza, namun skema tersebut dinilai rawan konflik kepentingan dan korupsi.

Sementara itu, kekhawatiran semakin besar setelah Trump menyebut dewan ini "mungkin" menggantikan PBB, sebuah pernyataan yang memicu reaksi keras dari kalangan diplomat dan pejabat internasional.

Pejabat kemanusiaan tertinggi PBB sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, menepis kekhawatiran tersebut. "Saya dan kolega saya jelas bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak akan ke mana-mana," katanya.

Dengan dukungan kuat dari negara-negara Timur Tengah dan Asia, namun penolakan dari Prancis dan sebagian Eropa, Dewan Perdamaian Trump kini mencerminkan tarik-menarik pengaruh global antara tatanan lama berbasis PBB dan visi baru yang digagas Washington.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article