Liputan6.com, Jakarta - Fabio Capello menilai performa AC Milan musim ini belum sepenuhnya solid meski masih bersaing di papan atas Serie A. Mantan pelatih Rossoneri itu mengungkap sejumlah faktor yang membuat Milan kerap kehilangan poin penting.
AC Milan memang tampil cukup stabil sepanjang kompetisi berjalan. Namun, masalah muncul saat mereka menghadapi tim dengan level di bawah.
Beberapa hasil imbang dan kegagalan meraih kemenangan menjadi penghambat langkah Milan. Situasi ini membuat jarak dengan rival utama di klasemen tidak kunjung terpangkas.
Capello pun membeberkan analisisnya terkait kelemahan permainan Milan. Ulasan tersebut mencakup aspek teknis hingga mentalitas tim.
Poin Hilang Melawan Tim Papan Bawah
AC Milan masih berada dalam persaingan gelar Serie A. Namun, Rossoneri tercatat beberapa kali gagal mengamankan poin penuh saat menghadapi tim papan bawah.
Milan hanya meraih dua poin dari laga melawan tim promosi Sassuolo, Cremonese, dan Pisa. Mereka juga baru saja ditahan imbang 1-1 oleh Genoa di kandang sendiri.
“Saya pikir kesulitan Rossoneri untuk menemukan konsistensi permainan lebih sedikit bergantung pada ide pelatih dan lebih pada level serta karakteristik para pemain,” ujar Fabio Capello kepada Gazzetta.
Struktur Tim Dinilai Tidak Seimbang
Capello menyoroti struktur inti tim sebagai elemen penting dalam performa sebuah klub. Menurutnya, Milan belum memiliki keseimbangan yang kuat di poros utama permainan.
Ia membandingkan kondisi Milan dengan tim pesaing seperti Inter Milan dan Napoli. Kedua klub tersebut dinilai memiliki kualitas lebih baik di posisi kunci.
“Saya selalu berpendapat bahwa mesin sebuah tim adalah tulang punggungnya, yang terdiri dari kiper, bek tengah, gelandang pengatur permainan, dan penyerang tengah,” kata Capello.
“Inter memiliki level yang sangat tinggi di sektor itu, Napoli juga, tetapi Milan jauh lebih rendah,” sambungnya.
Ketergantungan pada Pemain Tertentu
Capello menilai Milan terlalu bergantung pada beberapa individu pembeda. Ketika pemain kunci tidak tampil maksimal, performa tim ikut menurun.
Situasi tersebut berdampak langsung pada stabilitas permainan sepanjang laga. Hal ini membuat Milan kerap kehilangan kendali dalam pertandingan tertentu.
“Oleh karena itu, Rossoneri sangat bergantung pada sedikit pemain yang bisa membuat perbedaan,” tutur Capello.
“Ketika Modric sedikit menurun, cahaya tim ikut meredup dan seluruh permainan Milan ikut terdampak,” lanjutnya.
Masalah Mentalitas dan Konsistensi Permainan
Selain aspek teknis, Capello juga menyoroti faktor psikologis. Ia menilai Milan masih belum konsisten dalam mengelola jalannya pertandingan.
Masalah tersebut paling terlihat saat menghadapi tim kecil yang bermain lebih bertahan. Milan justru tampil lebih efektif saat menghadapi lawan besar.
“Saya percaya tim ini masih kurang konsisten di dalam pertandingan,” ucap Capello.
“Mereka kesulitan mengembangkan permainan melawan tim kecil, tetapi justru tampil lebih baik melawan tim besar yang meninggalkan ruang,” tambahnya.
"Secara paradoks, mereka justru tampil lebih baik saat menghadapi tim-tim besar, yang berusaha mengontrol permainan dan pada akhirnya membuka ruang untuk diserang melalui skema serangan balik," pungkasnya.
Sumber: Football Italia
.png)
3 weeks ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478864/original/046070400_1768954917-Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156944/original/080800000_1741570116-arteta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480073/original/033681500_1769027353-al-nassr-cristiano-ronaldo-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)
