Ekonom Bilang Under Invoicing Bisa Bebaskan RI dari Defisit

2 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi meyakini jika pemerintah mampu mengatasi praktik under invoicing impor dan ekspor, bisa menutup defisit anggaran negara.

Dirinya meyakini bahwa praktik ilegal tersebut sudah terjadi secara struktural, sebab melihat nominalnya yang besar hingga ribuan triliun.

"Segala sesuatu itu, misalnya kita bicara mis-invoicing di situ, itu sekitar Rp1.300 triliun. Di tambah macam-macam tuh, selain mis-invoicing, ada sekitar Rp1.700 triliun. Itu hitungan dari teman-teman pajak juga. Yang saya baca, kemudian itu dilaporkan kepada Presiden. Nah, artinya memang sudah menahun, ini sudah struktural," katanya saat Outlook Perpajakan & Partnership Gathering IKPI 2026, Jakarta pada Selasa (20/1/2026).

Dirinya menambahkan, bahwa andai saja mampu menggaet 30% dari kerugian akibat under invoicing ekspor, pemerintah mampu menutup defisit anggaran negara.

"Sebenarnya sih, kalau misalnya kita dapat 30 persen aja dari itu, 500 triliun, itu sebenarnya udah ketutup tuh, cuman nggak semudah itu.

Under invoicing ekspor turut menjadi penyebab shortfall penerimaan negara.

Ia mengatakan bahwa sudah meyakini bahwa terjadi shortfall penerimaan negara pada tahun lalu yang didorong salah satunya oleh under invoicing ekspor.

"Karena saya sudah mencium adanya, bukan saya sih sebenarnya, sudah banyak orang, sudah mencium adanya potensi shortfall dari revenue itu. Trajectory-nya sudah parah," katanya

Fithra menjelaskan bahwa isu under invoicing ekspor sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru ramai akhir-akhir ini.

"Export mis-invoicing. Ini sebenarnya sudah lama, tapi baru diceritakan di akhir-akhir tahun ini saja," imbuhnya.

Seperti diketahui, masalah under invoicing menjadi fokus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menegaskan, pemberantasan praktik underinvoicing akan menjadi tambahan penerimaan bagi Bea Cukai. Ke depannya, pemeriksaan serupa akan ia intensifkan.

Purbaya telah meminta Ditjen Bea Cukai memastikan secara serius pembayaran pajak dan kebenaran dalam deklarasi dokumen perusahaan atau importir.

Menurut Purbaya, perusahaan yang melakukan under invoicing dalam impor barang ini merupakan perusahaan besar yang namanya sudah beredar di publik.

"Ke depan perusahaan-perusahaan besar jangan melakukan hal yang sama lagi, karena saya akan larang impor perusahaan itu. Anda pernah dengar namanya di dunia persilatan," katanya beberapa waktu lalu.

Purbaya juga menegaskan pengawasan praktik under invoicing akan diperkuat dengan penggunaan artificial intelligence (AI).

(ras/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article