Dunia Kacau Balau, RI Justru Berpeluang Melesat

3 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Asia, utamanya negara berkembang, menjadi bright spot pertumbuhan ekonomi saat seluruh dunia mengalami perlambatan.

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 tumbuh 2,3%, melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 2,8%.

Meskipun demikian, negara berkembang di Asia menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang resilien. Misalnya saja Indonesia yang ekonominya diperkirakan tumbuh 5,2% pada 2025 dan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya mencapai 8,02%.

Laporan Danantara Indonesia bertajuk "Economic Outlook 2026" menjelaskan alasan negara di selatan dunia mampu muncul sebagai titik cerah saat dunia sedang gloomy._

Saat Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat dan mengeluarkan kebijakan tarif resiprokal ke hampir seluruh negara, yang terjadi adalah kejar-kejaran waktu melakukan ekspor. Hal ini yang kemudian memberikan keuntungan tersendiri bagi negara di Asia.

"Peningkatan ekspor di awal tahun menjelaskan sebagian, tetapi tidak semua, dari kinerja yang lebih baik ini, dengan negara-negara besar seperti India dan Indonesia masih dapat mengandalkan permintaan domestik mereka," tulis Danantara dalam laporannya dikutip pada Senin (12/1/2026).

Selain itu, mengorbitnya negara berkembang tersebut ke China menjadi kekuatan tersendiri. Manfaat yang dirasakan seperti adanya relokasi industri dan potensi investasi asing langsung.

Dua faktor di atas adalah daya tahan yang bersifat momentum terhadap kondisi ketidakpastian saat ini. Namun jika ditelaah lebih dalam, kredibilitas moneter dan fiskal adalah tameng utama dalam menahan gempuran pergolakan ekonomi.

"Selain itu, kita juga dapat menambahkan kebijakan yang baik-dengan prospek terbaru IMF yang mengakui bahwa negara-negara berkembang telah meningkatkan kredibilitas moneter dan fiskal mereka secara signifikan dalam dua dekade terakhir, sehingga meningkatkan ketahanan mereka terhadap guncangan eksternal," tulis Danantara.

Lebih dari itu, Danantara melihat peluang ekonomi Indonesia mampu bertumbuh saat ekonomi tak menentu seperti saat ini. Danantara menjelaskan saat ini ada faktor-faktor yang menyesuaikan ketidakseimbangan ekonomi dunia yang dapat memberi keuntungan terhadap negara-negara berkembang.

"Inflasi yang terjadi kemudian meringankan beban utang, meningkatkan keuntungan, dan membantu menyesuaikan ketidakseimbangan global. Semua efek ini sangat dibutuhkan saat ini, mengingat tingginya tingkat utang fiskal di AS dan negara-negara maju lainnya; merosotnya keuntungan industri di Tiongkok; dan semakin lebarnya kesenjangan antara surplus neraca transaksi berjalan Tiongkok dan defisit neraca transaksi berjalan AS," tulis Danantara.

"Situasi seperti itu akan menguntungkan negara-negara berkembang seperti Indonesia, baik karena dolar yang lemah maupun peningkatan ekspor komoditas."

Danantara menjelaskan kondisi yang mirip pernah terjadi pada 1970-an. Akhir 1980-an, dan pada 2000-an.

"Semuanya bertepatan dengan pertumbuhan PDB yang tinggi di Indonesia. Apakah siklus ini benar-benar akan segera terjadi tentu saja masih diperdebatkan," kata Danantara.

Meskipun ada peluang menguntungkan bagi Indonesia, namun pada akhirnya tetap bergantung pada manuver dua negara ekonomi terbesar, Amerika Serikat dan China.

"Pada akhirnya, pemicunya mungkin menunggu pergeseran kebijakan akomodatif dari Washington dan Beijing, yang bertujuan untuk melawan perlambatan dalam lintasan pertumbuhan masing-masing negara," tulis Danantara.

Danantara menilai saat ini masa depan ekonomi dunia sedang dicatat ulang dengan arah yang berbeda, namun tidak menciptakan blok-blok yang terpisah. Kondisi ini bisa menguntungkan Indonesia.

"Singkatnya, kita melihat kemungkinan masa depan di mana sistem perdagangan dan keuangan global membengkok (bergerak ke fase baru dalam siklus) tetapi tidak pecah (terpecah menjadi blok-blok terpisah). Dan dalam pembengkokan ini terdapat peluang bagi Indonesia," katanya.

(ras/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article