Dubes Iran Respons Ancaman Tarif Baru Trump, Sebut Tak Akan Efektif

2 weeks ago 13
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menilai ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara mitra dagang Iran bukanlah kebijakan baru. Ia menilai tarif baru tersebut kecil kemungkinan akan efektif.

Hal tersebut disampaikan Boroujerdi saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026), merespons pernyataan Trump yang kembali menekan negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Teheran.

"Sejak awal Revolusi Islam Iran 47 tahun lalu, kami sudah menghadapi sanksi semacam ini, baik terhadap Iran maupun terhadap perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan kami. Namun Presiden Trump lupa bahwa tidak semua dunia mematuhinya," ujar Boroujerdi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa kebijakan sepihak AS tidak otomatis diikuti oleh seluruh negara. Menurutnya, Uni Eropa dan sejumlah negara independen lainnya telah secara terbuka menyatakan tidak akan tunduk pada aturan semacam itu.

"Ini bukan perintah untuk seluruh dunia. Dia bisa memerintah Amerika Serikat, tetapi Uni Eropa sudah mengatakan mereka tidak akan mematuhi aturan seperti ini, begitu juga beberapa negara independen," katanya.

Boroujerdi menilai sanksi ekonomi terhadap Iran secara keseluruhan telah terbukti gagal mencapai tujuan politik AS, meskipun tekanan tersebut masih terus dilanjutkan. Ia mengakui Iran menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar mata uang nasional.

"Kami memang punya masalah ekonomi dan persoalan nilai tukar mata uang. Namun upaya mereka untuk mendorong perubahan rezim, perpecahan, kerusuhan, atau kekerasan di Iran tidak akan membawa mereka ke tujuan," tegasnya.

Ia optimistis ancaman tarif dan tekanan ekonomi terbaru ini akan bernasib sama dengan kebijakan sebelumnya. "Saya berharap rencana ini juga akan gagal, seperti rencana-rencana lain yang sejauh ini sudah gagal," tambah Boroujerdi.

Pada Senin (12/1/2026) lalu, Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif sebesar 25% untuk setiap perdagangan dengan AS. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social.

"Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25% untuk setiap dan semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat," tulis Trump.

Trump menyebut kebijakan tersebut sebagai "final dan mengikat", meski tidak merinci dasar hukum atau mekanisme penerapannya. Hingga kini, belum ada dokumentasi resmi dari Gedung Putih terkait kebijakan tersebut, termasuk kewenangan hukum yang akan digunakan atau apakah tarif akan diterapkan kepada seluruh mitra dagang Iran. Gedung Putih juga belum memberikan komentar resmi.

Tarif tersebut pada praktiknya akan dibayarkan oleh importir AS atas barang-barang yang berasal dari negara mitra dagang Iran. Selama bertahun-tahun, Iran telah dikenai sanksi berat oleh Washington. Negara anggota OPEC itu mengekspor sebagian besar minyaknya ke China, dengan Turki, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan India termasuk di antara mitra dagang utamanya.

Ancaman tarif ini muncul di tengah gelombang protes anti-pemerintah terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Washington dalam merumuskan respons kebijakannya terhadap Teheran.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article