Dolar Nyaris Rp17.000, Ini Untung Rugi Bagi Pengusaha Sepatu

2 weeks ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan nilai tukar rupiah yang terus tertekan mendekati level Rp17.000 per US$ mulai memantik kekhawatiran pelaku industri alas kaki. Fluktuasi kurs dapat berdampak pada struktur biaya produksi hingga daya saing produk. Apalagi rantai pasok global yang mayoritas bertransaksi menggunakan dolar.

"Dolar itu kalau untuk sepatu, karena domestik banyak impor dolar, tapi ekspor kan dolar. Jadi kalau untuk harga, pasti yang ekspor harganya pasti akan lebih kompetitif, tapi yang lokal pasti kena harganya imbasnya lebih tinggi," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto usai Munas XI Aprisindo di Hotel Borobudur, Rabu (21/1/2026).

Di satu sisi, pelemahan rupiah memang bisa menjadi angin segar bagi eksportir karena harga produk Indonesia terlihat lebih murah di pasar internasional. Namun di sisi lain, kondisi ini menciptakan tekanan baru bagi pasar domestik, terutama karena bahan baku dan komponen masih sangat bergantung pada impor. Akibatnya, harga produk lokal justru berisiko ikut terkerek naik.

Bagi industri alas kaki, kondisi ini menciptakan dilema yakni ekspor diuntungkan, tetapi pasar dalam negeri harus menanggung konsekuensinya. Padahal, keseimbangan antara pasar lokal dan global juga penting untuk keberlanjutan industri, apalagi ketika konsumsi domestik masih menjadi penopang utama saat permintaan global melambat.

Fluktuasi yang terlalu tajam justru membuat perencanaan usaha menjadi sulit, mulai dari penentuan harga, kontrak dengan pembeli, hingga perhitungan biaya produksi jangka panjang.

"Jadi yang paling bagus itu juga jangan terlalu fluktuatif, karena itu merugikan ekspor juga, merugikan lokal apa impor juga harga lokal gitu kan," kata Ketum Aprisindo Anton J. Supit.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kinerja ekspor industri alas kaki justru menunjukkan ketahanan yang patut dicatat. Indonesia kini menempati posisi strategis dalam peta industri sepatu dunia.

"Indonesia mengukuhkan diri sebagai produsen ekspor alas kaki terbesar ketiga di dunia dengan total nilai ekspor USD 32 miliar selama periode 2020-2024," ungkap Anton.

Setelah sempat mengalami fluktuasi, pemulihan pasca-pandemi menjadi angin segar bagi sektor ini. Tahun 2024 menjadi momentum penting dengan lonjakan ekspor dua digit.

"Nilai ekspor melonjak signifikan pada 2024 sebesar 13,13% menjadi US$7,28 miliar. Hingga November 2025, kinerja ekspor tetap stabil di US$7,25 miliar, tumbuh 9,08% secara tahunan," jelasnya.

Amerika Serikat masih menjadi pasar utama bagi sepatu buatan Indonesia, meski tantangan tarif tak bisa dihindari.

"AS tetap mitra utama dengan kontribusi lebih dari 30%. Walaupun menghadapi tarif resiprokal 19% sejak Agustus 2025, ekspor ke AS hingga November 2025 masih naik 7,73% menjadi US$2,54 miliar," kata Anton.

Sementara itu, pasar Eropa dinilai relatif stabil dan berpotensi menjadi motor pertumbuhan berikutnya, seiring implementasi penuh perjanjian dagang dengan Uni Eropa.

"Eropa menunjukkan stabilitas dengan nilai US$1,59 miliar hingga November 2025, dan IEU-CEPA dengan target tarif 0% akan menjadi katalis pertumbuhan ke depan," ujarnya.

Berbeda dengan China yang justru mencatat penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

"China mengalami kontraksi dalam tiga tahun terakhir dengan nilai US$500,87 juta hingga November 2025, sehingga butuh strategi penetrasi pasar yang lebih spesifik," tutup Anton.

(fys/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article