Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Bun Joi Phiau, mendesak agar Pemprov DKI untuk menghentikan solusi tambal sulam dalam penanganan longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang karena kapasitas daya tampung lokasi itu kian tipis.
"Ini tidak bisa lagi hanya sekadar memperbaiki tembok, membangun turap, memindahkan tumpukan-tumpukan sampah di sana ketika longsor seperti itu. Mau diapakan juga TPST tersebut kondisinya sudah nyaris penuh," kata Bun Joi di Jakarta, Sabtu.
Untuk itu, ia meminta Pemprov DKI tidak lagi menerapkan solusi tambal sulam terhadap masalah yang terjadi di TPST Bantar Gebang.
Menurut dia, insiden tiga kali longsor antara Mei sampai Desember tahun lalu menunjukkan kalau kondisinya sudah pelik.
Bun menilai bahwa Pemprov DKI Jakarta harus mengatasi permasalahan itu dari hulunya, yaitu dari cara pengelolaan sampah di Ibu Kota terlebih dahulu sebelum dikirim ke TPST Bantar Gebang.
Baca juga: DLH DKI harap RDF Plant Rorotan bisa kurangi beban TPST Bantar Gebang
"Masalahnya ini ada di hulu. Kita memang belum dapat mengelola sampah kita sedemikian rupanya, sehingga yang dikirim ke TPST Bantar Gebang juga bisa berkurang," ujarnya.
Ia mencontohkan kurangnya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta.
Hal itu sangat disayangkan karena fasilitas TPS3R bisa mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke TPST Bantar Gebang secara signifikan.
“Sampai dengan November tahun lalu, fasilitas TPS3R hanya ada di 20 titik saja. Padahal idealnya, fasilitas tersebut harus ada di masing-masing kecamatan, Jakarta,” tekan Bun.
Dengan kata lain, masih separuh dari DKI Jakarta yang belum memiliki TPS3R.
Baca juga: Anggota DPRD: Penambangan sampah mampu jawab darurat sampah DKI
Untuk itu Bun mendorong agar Pemprov DKI Jakarta memperbaiki permasalahan ini.
“Kami juga mendorong agar Pemprov DKI membentuk lebih banyak lagi Bank Sampah dan BPS (Bidang Pengelolaan Sampah) di tingkat RW (Rukun Warga). Dengan demikian, besar harapannya kita bisa terus mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang di masa depan," katanya menambahkan.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lewat Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), menyebutkan, hingga saat ini Jakarta menghasilkan sekitar 8.600–8.700 ton sampah per hari.
Sementara itu, sebelumnya, peristiwa longsor di TPST Bantar Gebang Bekasi, Jawa Barat, terakhir terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025.
Akibatnya tiga truk sampah tertimbun/timpa dan terperosok ke aliran sungai di lokasi.
Baca juga: Wagub DKI: Volume sampah di sungai Jakarta melebihi luas Monas
Penyebab longsor diduga karena tumpukan sampah yang tinggi dan tidak stabil.
DPRD DKI Jakarta bahkan pernah menyatakan bahwa insiden longsor sudah terjadi beberapa kali sepanjang Mei–Desember 2025.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)