DJP Kini Bisa Sita dan Jual Saham Penunggak Pajak, Begini Aturannya!

3 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini telah memiliki aturan tentang tata cara penyitaan dan penjualan surat berharga berupa saham yang diperdagangkan di pasar modal milik para penunggak pajak.

Aturan ini menjadi landasan hukum baru bagi para petugas pajak untuk melakukan penagihan melalui penyitaan aset saham milik wajib pajak atau penanggung pajak yang tercatat dan di perdagangan bursa.

Ketentuan terbaru itu tertuang dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025 oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan mulai berlaku sejak tanggal tersebut

Dalam beleid Peraturan Dirjen Pajak itu disebutkan, saham yang dimiliki penanggung pajak dapat menjadi objek sita pajak. Penyitaan dilakukan terhadap saham yang diperdagangkan di pasar modal dan tercatat atas nama penanggung pajak.

Untuk mendukung pelaksanaan penyitaan, dalam pasal 3 dijelaskan Dirjen Pajak juga diwajibkan memiliki rekening efek, rekening dana nasabah, serta rekening penampungan sementara atas nama DJP.

Sebelum penyitaan dilakukan, pejabat pajak terlebih dahulu meminta informasi rekening keuangan dan saldo harta kekayaan penanggung pajak pada lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Termasuk data nomor sub rekening efek, jenis dan jumlah saham, hingga bank pengelola rekening dan nasabah.

"Termasuk pemberitahuan informasi saldo harta kekayaan Penanggung Pajak yakni informasi hasil Tindakan Korporasi atas surat berharga milik Penanggung Pajak," bunyi pasal 4 ayat 3 beleid dikutip Kamis (15/1/2026).

Apabila setelah pemblokiran penanggung pajak tetap tidak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak, jurusita pajak berwenang melaksanakan penyitaan.

"Penyitaan atas saham dalam Sub Rekening Efek milik dan/atau atas nama Penanggung Pajak; dan/atau penyitaan atas saldo harta kekayaan yang tersimpan pada Rekening Dana Nasabah milik dan/atau atas nama Penanggung Pajak," bunyi pasal 7 Ayat 2 beleid.

Jika dalam jangka waktu 14 hari setelah dilakukan penyitaan penanggung pajak tidak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak, pejabat berwenang menjual saham milik Penanggung Pajak yang telah disita untuk melunasi Utang Pajak dan Biaya Penagihan Pajak.

Untuk harga jual sahamnya, ditetapkan paling sedikit sama dengan harga pembukaan pasar pada hari penjualan.

Ditjen Pajak juga diperkenankan melakukan pemindahbukuan saldo harta kekayaan yang tersimpan di rekening dana nasabah milik penanggung pajak ke rekening dana nasabah DJP.

Selain itu pejabat dapat melakukan penjualan saham milik Penanggung Pajak di bursa efek melalui Perantara Pedagang Efek Anggota Bursa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Apabila terdapat kelebihan hasil penjualan saham setelah seluruh kewajiban pajak dilunasi, DJP wajib mengembalikannya kepada penanggung pajak.

Pengembalian dapat berupa kelebihan uang hasil penjualan maupun sisa saham yang tidak diperlukan untuk melunasi utang pajak.

(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article