Dirjen Minerba Buka-bukaan Soal RKAB 2026 Perusahaan Tambang

1 month ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan progres penerbitan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 para pelaku usaha tambang.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengakui bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerbitkan persetujuan RKAB 2026. Alasannya, pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap rencana penyesuaian produksi komoditas tambang tahun ini.

"Sampai saat ini untuk yang RKAB tahunan 2026 belum (diterbitkan) memang. Ada beberapa penyesuaian karena terkait dengan produksi. Itu aja. Tapi sedikit lagi udah (selesai)," ungkapnya di Jakarta, dikutip Selasa (06/01/2026).

Meski belum menerbitkan persetujuan untuk RKAB untuk setahun ini, namun dia menjelaskan bahwa perusahaan tambang masih bisa diizinkan untuk melakukan kegiatan operasi pertambangan sampai 31 Maret 2026. Dengan syarat, produksi hanya 25% dari target produksi 2026 yang sudah disetujui pada RKAB sebelumnya, yakni RKAB tiga tahunan 2024-2026.

"Kan sampai Maret. Maret itu bulan ke berapa? Iya, total 100% kan sampai dengan Desember. Kalau sampai Maret kan berarti 25%-nya," jelasnya.

Menurutnya hal ini sudah disosialisasikan kepada para pelaku usaha tambang.

Namun terkait operasional tambang PT Vale Indonesia Tbk yang masih berhenti, menurutnya ini dikarenakan perpanjangan operasional tambang dari sebelumnya Kontrak Karya (KK) yang berakhir pada 28 Desember 2025 dan diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Namun menurutnya karena perpanjangan operasional ini, RKAB 2026 perusahaan belum diajukan pada RKAB sebelumnya.

"Vale kemarin karena perpanjangan, jadi dia 2026 nggak ada atau RKAB-nya kosong," ucapnya.

"Tapi kalau yang Vale ini kan karena kemarin perpanjangan, jadi dia 2026 (RKAB) kosong. Kan baru perpanjangan kan?" ujarnya.

Sementara untuk BUMN tambang lainnya, Tri memastikan tidak ada masalah. Misalnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menurutnya masih dapat memanfaatkan persetujuan RKAB tiga tahunan hingga 31 Maret 2026.

"Antam saya rasa masih bisa memanfaatkan yang tahun 2026 yang persetujuan 3 tahun," ujarnya.

Seperti diketahui, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dalam keterbukaan informasinya melaporkan bahwa perusahaan sampai pada awal Januari 2026 ini belum mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 dari pemerintah. Hal ini mengakibatkan, Vale belum bisa melakukan kegiatan operasional pertambangan.

"Sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan menghentikan sementara kegiatan operasi pertambangan di seluruh wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Perseroan hingga persetujuan resmi diterbitkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," terang Corporate Secretary Vale Indonesia, Anggun Kara Nataya, dikutip dalam keterbukaan perusahaan, Senin (5/1/2026).

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan produksi mineral dan batu bara dalam RKAB 2026 akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dalam negeri. Apalagi, untuk komoditas mineral khususnya, harus diolah di dalam negeri terlebih dahulu.

"Nikel belum, masih dikonsolidasikan sama Dirjen Minerba. Ini kita masih akan bahas," kata Yuliot ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2026).

Yuliot membeberkan pemerintah akan mengevaluasi usulan RKAB yang diajukan perusahaan tambang agar selaras dengan kebutuhan industri pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.

Ia pun menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti terjadi penurunan produksi, melainkan penyesuaian dengan kebutuhan industri. Pasalnya, kelebihan produksi justru berpotensi menekan harga.

"Jadi tidak ada penurunan tapi kita menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Kalau over produksi ini kan dampaknya adalah penurunan harga. Jadi ya kan kita juga mengusahakan bagaimana industri bisa tetap berjalan. Jadi tingkat keuntungan itu bisa dioptimalkan dan juga ujung-ujungnya adalah penerimaan negara," ujar Yuliot.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article