Daftar Orang "Besar" yang Terseret Skandal Jeffrey Epstein

6 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah merilis kembali ribuan dokumen Jeffrey Epstein yang selama ini tersegel. Arsip itu memuat korespondensi, foto, hingga catatan internal yang menampilkan deretan tokoh berpengaruh dunia, mulai dari raja bisnis teknologi, taipan Wall Street, politisi papan atas, sampai diplomat asing, yang pernah berinteraksi dengan Epstein.

Seluruh nama yang muncul dalam dokumen tersebut menegaskan tidak terlibat dalam kejahatan seksual Epstein terhadap anak perempuan dan perempuan muda. Tidak satu pun dari mereka didakwa dalam kasus ini.

Namun, rilis dokumen menegaskan satu hal: sejumlah figur publik tetap menjalin atau bahkan membangun kembali hubungan dengan Epstein, meski reputasinya sebagai pelaku pelecehan seksual sudah menjadi konsumsi publik. Epstein sendiri disebut bunuh diri di sel tahanan Manhattan pada 2019 saat menunggu proses hukum.

Berikut sejumlah nama penting yang tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut, sebagaimana dilansir The Associated Press, Senin (2/2/2026):

Andrew Mountbatten-Windsor

Pria yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew dari Inggris ini sejak lama dibayangi oleh berbagai pertanyaan mengenai hubungannya dengan Epstein, termasuk tuduhan dari mendiang Virginia Roberts Giuffre bahwa ia diperdagangkan oleh Epstein dan diperintahkan untuk berhubungan seks dengan Mountbatten-Windsor ketika ia berusia 17 tahun.

Mantan pangeran tersebut berulang kali membantah bahwa hal itu pernah terjadi, tetapi saudaranya, Raja Charles III, tetap mencabut gelar kerajaannya pada akhir tahun lalu, termasuk hak untuk disebut sebagai pangeran dan menyandang gelar Duke of York.
Nama Mountbatten-Windsor muncul sedikitnya beberapa ratus kali dalam rilis dokumen pada Jumat, termasuk dalam email pribadi Epstein.

Di antara korespondensi tersebut terdapat undangan bagi Epstein untuk makan malam di Istana Buckingham, tawaran Epstein untuk memperkenalkan Mountbatten-Windsor kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun, serta foto-foto yang tampaknya menunjukkan Mountbatten-Windsor berlutut di atas seorang perempuan tak dikenal yang terbaring di lantai.

Sarah Ferguson

Pada Maret 2011, Sarah Ferguson, yang saat itu menjabat sebagai Duchess of York, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena membiarkan Jeffrey Epstein melunasi sebagian dari utangnya. Baik dirinya maupun mantan suaminya, Pangeran Andrew, menjadi sasaran sorotan publik yang sangat besar karena tetap melanjutkan hubungan pertemanan dengan Epstein setelah ia mengaku bersalah atas tindakan meminta jasa prostitusi dari seorang gadis di bawah umur.

Ia mengatakan kepada surat kabar Evening Standard di London bahwa ia tidak akan pernah lagi berurusan dengan Jeffrey Epstein. Namun hanya dua bulan kemudian, ia mengirim email kepada Epstein untuk mengatakan bahwa ia akan tampil di acara televisi Oprah Winfrey dan menginginkan nasihat darinya tentang bagaimana seharusnya ia menjawab pertanyaan mengenai hubungan mereka.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda mengetahui hal ini dan meminta saran tentang bagaimana Anda ingin saya menjawab," tulis Ferguson.

Epstein membalas, "Jeffrey telah secara tidak adil dicap sebagai seorang pedofil oleh pers tabloid. Bertahun-tahun lalu Jeffrey mengaku bersalah karena meminta jasa prostitusi dari gadis-gadis di bawah umur. Ia telah membayar utangnya kepada masyarakat dan telah mencari pengampunan. Saya tidak memiliki hal lain untuk dikatakan."

Elon Musk

Pendiri Tesla yang berstatus miliarder ini muncul setidaknya beberapa kali dalam rilis dokumen pada Jumat, terutama dalam pertukaran email pada 2012 dan 2013, di mana ia membahas rencana untuk mengunjungi kompleks pulau pribadi Epstein yang terkenal di Karibia.

Namun tidak segera jelas apakah kunjungan ke pulau tersebut benar-benar terjadi. Juru bicara perusahaan Musk, Tesla dan X, tidak menanggapi email permintaan komentar pada Jumat maupun Sabtu.

Musk sendiri menegaskan bahwa ia berulang kali menolak ajakan dari finansier yang telah tercoreng reputasinya itu. "Epstein mencoba mengajak saya ke pulau miliknya dan saya MENOLAK," tulis Musk di X pada 2025.

Richard Branson

Pendiri Virgin Group yang juga seorang miliarder ini, yang memimpin konglomerat global, bertukar banyak email dengan Epstein.

Dalam salah satu pertukaran pesan pada 2013, Branson mengundang Epstein ke pulau pribadinya di Karibia, yang kerap menjadi lokasi konferensi besar, acara amal, dan pertemuan bisnis.

"Kapanpun kamu berada di kawasan ini, aku akan senang sekali bisa bertemu denganmu," tulisnya. "Asalkan kamu membawa harem-mu!"

Dalam pesan lain pada tahun yang sama, ia menyarankan agar Epstein memulihkan citranya dengan meyakinkan pendiri Microsoft, Bill Gates, untuk mengatakan kepada publik bahwa Epstein "pernah menjadi penasihat yang brilian baginya" dan bahwa ia telah "benar-benar belajar dari kesalahannya dan tidak melakukan apa pun yang melanggar hukum sejak itu."

Perusahaan tersebut menekankan dalam pernyataan pada Sabtu bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Branson dan bahwa setiap interaksi dengan Epstein "terbatas pada konteks kelompok atau bisnis" lebih dari satu dekade lalu.

Branson juga menolak sumbangan amal dari Epstein dan memutuskan untuk tidak lagi bertemu atau berbicara dengannya setelah timnya "menemukan tuduhan serius," kata perusahaan itu.

"Seandainya mereka memiliki gambaran dan informasi yang lengkap, tidak akan ada kontak sama sekali," bunyi pernyataan tersebut. "Richard percaya bahwa tindakan Epstein sangat menjijikkan dan mendukung hak atas keadilan bagi banyak korbannya."

Donald Trump

Sudah lama diketahui bahwa Epstein pernah berteman dengan Trump sebelum hubungan keduanya memburuk.

Kumpulan dokumen terbaru berisi ribuan referensi tentang Trump, yang sebagian besar tidak memberikan banyak informasi tambahan mengenai hubungan kedua pria tersebut. Dokumen itu mencakup email di mana Epstein dan pihak lain berbagi artikel berita tentang Trump, mengomentari kebijakannya atau pandangan politiknya, atau bergosip tentang dirinya dan keluarganya.

Departemen Kehakiman juga mengungkap sebuah spreadsheet yang dibuat pada Agustus lalu yang merangkum panggilan ke saluran pengaduan penegak hukum dari orang-orang yang mengklaim memiliki pengetahuan tentang dugaan pelanggaran oleh Trump.

Dokumen tersebut mencakup berbagai cerita yang belum terverifikasi yang melibatkan banyak selebritas berbeda, serta skenario yang agak fantastis, terkadang disertai catatan mengenai tindak lanjut apa, jika ada, yang dilakukan oleh para agen.

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan pada Minggu bahwa FBI menerima "ratusan panggilan" tentang tokoh-tokoh terkemuka yang "dengan cepat ditentukan tidak kredibel."

Bill Clinton

Seperti Trump, Clinton menghabiskan waktu dengan Epstein lebih dari dua dekade lalu, termasuk sesekali terbang dengan jet pribadinya dan bertemu dengannya di Gedung Putih. Clinton juga membantah memiliki pengetahuan apa pun tentang kesalahan Epstein.

Perwakilan Clinton mengatakan bahwa mantan presiden itu memutus hubungan dengan Epstein setelah gelombang pertama dakwaan pidana pada 2006.

Berkas penyelidikan mencakup foto-foto Clinton dan tokoh terkenal lainnya yang disimpan Epstein di rumahnya di New York. Berkas tersebut juga memuat pesan-pesan yang diterima penyelidik dari masyarakat umum yang menuntut penjelasan mengapa Clinton tidak diselidiki. Tidak satu pun korban Epstein secara terbuka menuduh Clinton terlibat dalam kejahatan Epstein.

Steven Tisch

Pemilik bersama New York Giants ini disebut lebih dari 400 kali dalam berkas yang dirilis pada Jumat. Korespondensi antara keduanya menunjukkan Epstein menawarkan untuk menghubungkan Tisch dengan banyak perempuan selama bertahun-tahun.

Dalam salah satu pertukaran email pada 2013 dengan subjek "Ukrainian girl", Epstein mendorong Tisch untuk menghubungi seorang perempuan tertentu, yang kecantikannya ia puji dengan istilah kasar.

"Pro atau sipil?" tanya Tisch dalam balasannya.

Tisch, keturunan dari keluarga kuat di New York yang mendirikan Loews Corporation, mengakui mengenal Epstein tetapi membantah pernah pergi ke pulau Karibia miliknya yang terkenal.

"Kami memiliki hubungan singkat di mana kami bertukar email tentang...

Read Entire Article