Barcelona: 3 Lulusan La Masia yang Kariernya Meredup Setelah Pergi Terlalu Cepat

1 week ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali dihadapkan pada cerita klasik soal masa depan pemain akademi. Pedro “Dro” Fernandez, salah satu talenta muda yang sedang naik daun, mendorong kepindahan dengan PSG sebagai tujuan utama.

Situasi ini mengingatkan bahwa La Masia selalu menuntut kesabaran dalam proses perkembangan pemain. Sejarah memperlihatkan tidak semua pemain muda sanggup menunggu jalur yang dirancang klub.

Banyak yang pergi demi menit bermain, gaji lebih besar, atau jalur karier yang terlihat lebih cepat. Akan tetapi, tidak sedikit yang justru kehilangan arah ketika perlindungan sistem pembinaan itu hilang.

Gai Assulin, Talenta yang Tak Pernah Stabil

Gai Assulin bergabung dengan akademi pada 2003 dan cepat dikenal sebagai salah satu mutiara muda terbaik. Kontrol bola, kreativitas, dan kepercayaan dirinya membuat ia sering dibandingkan dengan Lionel Messi sejak usia remaja.

Pada 2010, Assulin memilih meninggalkan Barcelona demi kesempatan bermain di Manchester City. Harapannya, menit bermain reguler akan mempercepat kematangannya sebagai pemain profesional.

Yang terjadi justru sebaliknya, karena kariernya berjalan tanpa arah jelas. Ia berpindah-pindah klub, sulit beradaptasi, dan tidak pernah menemukan konsistensi hingga akhirnya tenggelam dari panggung elite Eropa.

Marc Guiu, Progres yang Terhenti

Marc Guiu masuk La Masia pada 2013 dan berkembang secara bertahap di semua level usia. Gol debutnya bersama tim utama sempat menimbulkan keyakinan bahwa klub menemukan penyerang masa depan.

Kekhawatiran soal waktu bermain membuat Guiu hengkang pada 2024 menuju Chelsea dengan nilai transfer 6 juta euro, atau sekitar Rp103,2 miliar. Di luar sistem pembinaan yang terstruktur, ia kesulitan mendapatkan menit bermain dan kepercayaan diri perlahan menurun.

Alih-alih tumbuh menjadi striker yang lebih matang, progresnya melambat. Keputusan yang seharusnya terencana berubah menjadi langkah terburu-buru yang belum menghasilkan buah.

Ilaix Moriba, Momentum yang Hilang

Ilaix Moriba masuk akademi pada 2010 dan lama diproyeksikan sebagai gelandang masa depan Barcelona. Pada 2021, ia sudah rutin tampil di laga besar dengan pujian atas fisik dan energinya.

Persoalan kontrak dan tuntutan finansial mendorong kepindahan ke RB Leipzig dengan nilai 16 juta euro ditambah bonus 6 juta euro, atau sekitar Rp378,4 miliar. Sejak itu, kariernya berjalan tanpa kontinuitas melalui serangkaian masa pinjaman dan peran yang terbatas.

Di klub lamanya, Moriba memiliki kepercayaan dan stabilitas. Namun, fondasi itu menghilang setelah ia pergi, bersamaan dengan lenyapnya grafik peningkatan performa.

Kini, rencana Dro menuju PSG menjadi pengingat bahwa La Masia bukan sekadar jalur karier, melainkan juga pelindung bagi pemain muda. Terkadang, bertahan adalah keputusan paling sulit, tetapi juga yang paling masuk akal demi masa depan jangka panjang.

Sumber: Barca Universal

Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Lanjut Baca:

AC Milan Salip Barcelona dalam Perburuan Bek Muda Senegal

Read Entire Article