Awas Perang! Trump Kembali Warning Iran, Beri Sinyal Serangan Militer

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran bahwa kekuatan militer siap dikerahkan jika negosiasi tingkat tinggi di Oman yang dijadwalkan pada Jumat besok gagal mencapai kesepakatan. Meski mengedepankan jalur diplomasi sebagai pilihan utama, Gedung Putih menegaskan tidak akan menoleransi pengembangan kemampuan nuklir Teheran di tengah meningkatnya pengerahan armada perang AS di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Jumat (6/2//2026), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan posisi strategis Presiden dalam menghadapi situasi ini kepada awak media.

"Diplomasi presiden selalu menjadi pilihan pertamanya ketika berurusan dengan negara-negara di seluruh dunia, baik itu sekutu maupun musuh kami," ujar Leavitt saat ditanya mengenai pembicaraan yang akan datang.

Leavitt juga menegaskan kembali tuntutan eksplisit Trump agar Iran memiliki nol kemampuan nuklir. Ia mengingatkan rezim Iran bahwa sementara negosiasi berlangsung, Amerika Serikat memiliki banyak opsi lain di luar diplomasi.

"Ia ingin melihat apakah kesepakatan bisa dicapai. Dan selagi negosiasi ini berlangsung, saya ingin mengingatkan rezim Iran bahwa presiden memiliki banyak pilihan yang dapat digunakannya, selain diplomasi, sebagai panglima tertinggi militer paling kuat dalam sejarah dunia," tegas Leavitt.

Pertemuan di Oman pada hari Jumat mendatang akan menjadi kontak tingkat tinggi pertama sejak April. Dialog ini akan mempertemukan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan penasihat presiden Jared Kushner dengan pihak Iran guna membahas program nuklir yang selama ini menjadi inti sengketa.

Menanggapi rencana pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah bertolak ke Oman pada hari Kamis. Juru bicara kementerian, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran akan terlibat dengan otoritas penuh demi mencapai pemahaman yang adil.

"Kami berharap pihak Amerika juga akan berpartisipasi dalam proses ini dengan tanggung jawab, realisme, dan keseriusan," kata Baghaei.

Namun, di ambang pembicaraan tersebut, ketegangan justru meningkat setelah media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pengerahan rudal balistik jarak jauh Khorramshahr 4 di situs bawah tanah Garda Revolusi. Langkah ini menjadi tantangan bagi AS yang menuntut Iran membatasi jangkauan rudalnya secara signifikan.

Iran Ubah Doktrin Militer

Militer Iran resmi mengubah doktrin pertahanannya menjadi doktrin ofensif sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap situs nuklir mereka pada tahun lalu. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan klaim keberhasilan Iran dalam melakukan pembaruan teknis pada seluruh gudang senjata rudal balistiknya guna memperkuat daya gertak nasional.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menjelaskan bahwa perubahan strategi ini merupakan konsekuensi langsung dari "perang 12 hari" pada Juni 2025. Iran kini siap melancarkan serangan balasan yang menghancurkan jika asetnya kembali diganggu.

Mengutip Russia Today, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menjelaskan alasan di balik pergeseran kebijakan militer Teheran yang kini lebih agresif.

"Kami telah mengubah doktrin militer kami dari defensif menjadi ofensif dengan mengadopsi kebijakan perang asimetris dan tanggapan yang menghancurkan terhadap musuh," ungkap Mousavi saat mengunjungi fasilitas rudal bawah tanah.

Situasi yang semakin berbahaya ini mendapat perhatian dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, yang menyamakan kondisi Timur Tengah saat ini dengan ladang ranjau yang siap meledak kapan saja akibat eskalasi antara AS dan Iran.

"Timur Tengah seperti ladang ranjau yang menunggu reaksi berantai yang dapat dipicu oleh eskalasi antara AS dan Iran," tutur Lavrov seperti dikutip dari RT.

Meskipun retorika permusuhan terus menguat, saluran diplomasi tetap diupayakan terbuka. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengisyaratkan keterbukaan untuk berdialog dengan Amerika Serikat selama pembicaraan tersebut bebas dari ancaman dan ekspektasi yang tidak masuk akal.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article