AS Menggila Lagi, Sita Kapal Tanker "Armada Bayangan" dari Venezuela

3 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat kembali menyita kapal tanker yang dituduh melanggar blokade laut terhadap Venezuela, memperlihatkan eskalasi nyata operasi militer Washington di kawasan Karibia untuk menekan pergerakan minyak negara yang berada di bawah sanksi.

Kapal tanker tersebut menjadi yang kelima ditangkap dalam beberapa pekan terakhir sejak pemerintahan Presiden Donald Trump memerintahkan pengawasan ketat terhadap lalu lintas laut Venezuela.

Pemerintah AS pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat menyatakan kapal terbaru yang disita adalah Olina, yang disebut sebagai bagian dari armada bayangan atau ghost fleet. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengatakan kapal tersebut diduga membawa minyak yang terkena embargo dan berusaha menghindari aparat Amerika setelah meninggalkan Venezuela.

"Armada bayangan tidak akan bisa lari dari keadilan. Mereka tidak akan bisa bersembunyi di balik klaim kewarganegaraan palsu," tulis Noem dalam unggahan di platform X. Ia menegaskan bahwa operasi penyitaan dilakukan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat.

Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command/Southcom) menyatakan operasi tersebut juga melibatkan personel Marinir dan Angkatan Laut AS. Pasukan diluncurkan dari USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia.

Dalam pernyataan yang diunggah di X dan disertai video, Southcom memperlihatkan pasukan AS menuruni tali dari helikopter dan mengambil alih kapal tanker tersebut di tengah laut.

"Sekali lagi, pasukan gabungan lintas lembaga kami mengirimkan pesan yang jelas pagi ini: 'Tidak ada tempat aman bagi para penjahat,'" tulis Southcom.

Presiden Donald Trump kemudian mengatakan penyitaan Olina dilakukan dengan koordinasi bersama otoritas sementara di Venezuela, setelah kapal tersebut meninggalkan negara itu tanpa persetujuan dari Amerika Serikat.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut kapal tersebut kini diarahkan kembali ke Venezuela.

"Kapal tanker ini sekarang sedang dalam perjalanan kembali ke Venezuela, dan minyaknya akan dijual," tulis Trump.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia telah memerintahkan penerapan "blokade" terhadap kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi dan menuju atau meninggalkan Venezuela. Sejak perintah tersebut dikeluarkan, pasukan Amerika telah mengambil alih lima kapal tanker, termasuk tiga kapal hanya dalam pekan ini.

Di antara kapal-kapal yang disita itu terdapat satu kapal yang memiliki keterkaitan dengan Rusia. Kapal tersebut ditangkap di Samudra Atlantik Utara pada Rabu lalu setelah dikejar oleh pasukan AS dari perairan lepas pantai Venezuela. Operasi tersebut menuai kecaman dari Moskow.

Trump mengatakan kepada Fox News pada Kamis bahwa kapal tanker yang disita sehari sebelumnya dikawal oleh sebuah kapal selam Rusia dan satu kapal perusak.

"Keduanya pergi dengan sangat cepat ketika kami tiba dan kami mengambil alih kapal tersebut," kata Trump.

Ia menolak menjelaskan lebih lanjut apakah Presiden Rusia Vladimir Putin menghubunginya setelah insiden itu.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article