Liputan6.com, Jakarta - Juventus menunjukkan perkembangan signifikan sejak Luciano Spalletti mengambil alih kursi pelatih dan mengubah arah permainan tim secara bertahap. Hasil positif yang konsisten membuat klub percaya bahwa proyek ini tidak berhenti hanya sampai akhir musim.
Performa stabil di kompetisi domestik memperlihatkan bahwa pendekatan Spalletti mulai menyatu dengan karakter pemain. Akan tetapi, pencapaian ini bukan semata soal hasil pertandingan, melainkan juga perubahan cara tim memahami tanggung jawab sebagai klub besar.
Di luar lapangan, ketertarikan publik terhadap perjalanan klub tercermin dari aktivitas digital seperti jadwal pertandingan, data laga, dan analisis peluang yang semakin ramai diakses. Sinergi antara kinerja tim dan respons penggemar menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan proyek jangka panjang.
Respek Pemain kepada Spalletti
Hubungan antara pelatih dan pemain menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ruang ganti. Spalletti datang dengan rekam jejak kuat sehingga pemain memahami bahwa arahan taktiknya memiliki dasar pengalaman yang jelas.
Pendekatan komunikatif membuat skuad merasa dilibatkan dalam proses berkembang sebagai tim. Hal ini menciptakan kepercayaan dua arah yang sulit goyah dalam tekanan kompetisi yang panjang.
Kondisi tersebut meminimalkan potensi konflik internal yang kerap muncul ketika hasil menurun. Dengan suasana kerja yang sehat, peluang pelatih untuk bertahan lebih lama menjadi semakin besar.
Tim Tidak Lagi Bergantung pada Bintang
Sebelum era Spalletti, Juventus terlalu mengandalkan figur seperti Kenan Yildiz, Dusan Vlahovic, dan Gleison Bremer untuk menentukan hasil pertandingan. Ketika salah satu dari mereka absen, performa tim sering kehilangan keseimbangan.
Kini, struktur permainan lebih kolektif sehingga setiap pemain memiliki peran jelas dalam sistem. Perubahan ini memperlihatkan pemahaman bahwa kemenangan tidak bisa ditopang oleh satu atau dua nama saja.
Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi pemain lapis kedua untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan. Dalam jangka panjang, pola ini membuat tim lebih tahan terhadap krisis cedera dan jadwal padat.
Mentalitas Klub Besar Kembali Terbangun
Juventus dikenal sebagai klub dengan tradisi juara yang kuat selama bertahun-tahun di Liga Italia. Identitas itu sempat memudar ketika tim tampil seperti kesebelasan biasa tanpa rasa percaya diri tinggi.
Spalletti mengembalikan cara pandang bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan keyakinan sebagai klub besar. Sikap ini tercermin dari permainan yang lebih berani dan bahasa tubuh pemain yang menunjukkan kepercayaan diri.
Transformasi mental tersebut menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi dalam persaingan papan atas. Dengan fondasi psikologis yang kuat, keberlanjutan kepemimpinan Spalletti terlihat sebagai pilihan logis bagi manajemen klub.
Sumber: juvefc
Klasemen Serie A/Liga Italia
Lanjut Baca:
Esports Dipertandingkan di SEA Games, Kompetisi Antar Sekolah Semakin Semarak
.png)
1 week ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478864/original/046070400_1768954917-Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156944/original/080800000_1741570116-arteta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480073/original/033681500_1769027353-al-nassr-cristiano-ronaldo-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474416/original/065895400_1768476260-3_Petinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150608/original/034688400_1591913197-ps5-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473427/original/064018200_1768443556-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5256784/original/092761500_1750254607-photo_6237496642689418828_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475181/original/039823200_1768554526-Biwin_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285635/original/038391000_1752721652-Mobile_Record_Pre_Activity.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475304/original/095087700_1768564600-Numofest.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940649/original/030602500_1725909892-Apple-iPhone-16-finish-lineup-240909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476422/original/056804200_1768748790-Alter_Ego_Menangkan_Derbi_Indonesia_di_M7_MLBB_Lawan_Onic_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5473533/original/062462200_1768448014-Potret_sisi_belakang_bodi_Redmi_Note_15_Pro___3_.jpeg)
